HOT...!!!

abg

Nikmatnya sodokan kontol bapak kost

Suatu malam, aku diajak nyabu oleh temenku, Arman, di kamarku. Setelah nyabu, ya apalagi kalo gak Arman nge ntotin aku. Pak Ardi tau akan aktivitas ini, dia lebih menekankan nyabunya katimbang Arman nge ntotin aku, "Nes, nyabu itu tindakan terlarang. Bapak bisa laporkan hal ini ke ortu kamu". Memang ketika pertama
kali masuk kos ini, pak Arman mencatat semua data diri dan keluargaku. "Apalagi kalo yang berwajib tau, kamu bisa digelandang ke kantor polisi". "Janganlah pak, Ines baru sekali ngerasain nyabu, nyaman banget deh pak. Janji deh gak akan nyabu di kamar kos lagi", kataku merayu. "Kalo
k ontol Arman, sudah sering ngerasain ya Nes, bapak juga pengen ngerasain n onok Ines", katanya to the point. "Mau ya Nes, imbalannya bapak tidak laporkan peristiwa nyabu kesiapa2, dan kamu bebas uang kos sebulan deh". "Ih bapak genit", jawabku sambil tersenyum. Daripada disampekan ke ortu, apalagi dilaporkan ke polisi, urusan jadi sangat runyam, mending juga aku ladenin aja napsu pak Ardi, lagian pak Ardi masuk dalam tipe lelaki kesukaanku. Mudahan aja k ontolnya gede
dan bisa membuat aku terkapar, lemes tapi nikmat.

Malemnya, ketika kos sudah sepi, ada ketukan halus di pintu kamarku, "Nes", terdengar panggilan berbisik. Aku membuka pintu kamar dan pak Ardi langsung masuk dan mengunci pintu kamarku. Kamarku letaknya agak berjauhan dengan kamar kos yang lain, sehingga ada privasi juga buatku. "Gimana Nes, malem ini bapak tidur disini ya", katanya sambil tersenyum. Aku diam saja dan duduk
di ranjang. Dia duduk disebelahku, tangannya mulai ngelus toketku dari luar dasterku, "kamu gak pake bra ya Nes, sudah siap ya". "Ih, bapak nakal deh tangannya," kataku sambil merengut manja.Aku pura-pura menjauh. Dia memegang tanganku dan tiba2 diletakkannya diselangkangannya, terasa k ontolnya sudah keras. "Ih, bapak jangan begitu dong," kataku manja. Dia tidak tahan lagi. Tubuhku direbahkan di atas ranjang. Bibirku dilumat, sementara punggungku diremas. Aku mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman bibirnya yang diselingi dengan permainan lidahnya. Beberapa saat kemudian ciumannya berpindah ke leherku. Sambil menyedot kulit leherku
dengan hidungnya, tangannya pindah ke toketku yang tidak dilindungi bra. Diremas dan pentilnya ditekan dan dipelintir dengan jari. Pentilku terasa mengeras. "Pak buka baju saja pak," rintihku. Tanpa menunggu persetujuannya, aku membuka ikat pinggang dan ritsleteng celananya. Dia mengimbangi, dasterku dilepas. Dia terpana melihat tubuhku yang sekarang hanya ditutupi cd minim yang tipis warna pink. Di daerah bawah perutku, cdku itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembutku yang lebat, beberapa helai jembutku tampak keluar dan cdku. Toketku
dihiasi dengan pentil berwarna pink kecoklatan yang mengeras, puncak bukit toketku disekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit toketku. Celana panjangnya yang sudah kulepas. Menyusul. kemeja dan kaos singlet. Kini kita sama2 cuma tertutup cd. Aku memandangi dadanya yang bidang. Kemudian kearah k ontolnya yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik cdnya. Perlahan dia mendekati badanku yang sudah terbaring pasrah.
Dipeluknya tubuhku sambil mengulum kembali bibirku. Aku pun mengimbanginya. Kupeluk lehernya sambil membalas kuluman nya. Toket dan pentilku yang mengeras menekan dadanya. Kita saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas punggung dengan penuh nafsu. Ciumannya berpindah ke leherku. Aku mendongakkan daguku agar dia dapat menciumi leherku. Kini wajahnya bergerak ke arah toketku. Aku tadi sengaja memakai parfum di sekujur toketku biar lebih merangsang. Dia menghirup kuat-kuat lembah kedua bukit toketku. Kemudian wajahnya digesek-gesekkan di kedua bukit toketku secara bergantian, sambil menghirup keharuman toketku. Puncak bukit toket kanan pun dilahap dengan mulutnya. Disedotnya kuat-kuat toketku sehingga daging yang masuk ke dalam mulutnya menjadi sebesar-besarnya. Aku menggelinjang, "Pak.. ngilu..", rintihku. Gelinjang dan rintihanku semakin membangkitkan napsunya. Diremasnya bukit
toket sebelah kiri dengan gemasnya, sementara pentil toket kanan dimainkan dengan ujung lidahnya. Pentilku kadang digencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak disedotnya kembali toket kananku kuat-kuat. Jarinya menekan dan memelintir pentil toket kiriku. Aku semakin menggelinjang sambil mendesah, "aduh pak.. ssshh.. ngilu pak.. ssshhh..geli," cuma kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dari mulutku. Dia tidak puas dengan hanya menggeluti toket kananku. Kini mulutnya berganti menggeluti toket kiri. Tangannya meremas
toket kanan kuat-kuat. Kalau toket kiri disedot kuat-kuat, tangannya memijit dan memelintir pentil toket kanannya. Sedang bila gigi dan ujung lidahnya menekan pentil toket kiri, tangannya meremas toket kanan dengan sekuat-kuatnya. "Pak.. bapak nakal...ssshhh.. ngilu pak, geli..", aku tidak hentinya menggelinjang dan mendesah manja.

Setelah puas dengan toket, pak Ardi meneruskan permainan lidah ke arah perutku. Mulutnya berhenti di daerah pusar. Sementara kedua telapak tangannya menyusup ke belakang dan meremas pantatku. Kedua tangannya menyelip ke dalam cdku. Perlahan2 cdku dipelorotkan ke bawah. Aku sedikit mengangkat pantatku untuk memberi kemudahan cdku dilepas. Dan dengan sekali sentakan kaki, cdku sudah terlempar ke bawah. Dia memandangi jembutku lebat yang mengitari bibir n onokku yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi perut di sekitar pusarku, tangannya mengelus pahaku. Elusannya pun ke arah dalam dan merangkak naik.
Sampailah jarinya di tepi kiri-kanan bibir luar n onokku. Tangannya pun mengelus n onokku dengan dua jarinya bergerak dari bawah ke atas. Dengan mata terpejam, aku berinisiatif meremas toketku sendiri. Aku sangat menikmati permainan ini. Perlahan disibak nya bibir n onokku dengan ibu jari dan telunjuk mengarah ke atas sampai i tilku menongol keluar. Wajahnya bergerak ke n onokku, sementara tangannya kembali memegangi toketku. Dijilatinya i til ku perlahan-lahan sambil satu tangannya mempermainkan pentil toketku. "Au pak.. shhhhh.. betul di situ pak.. enak pak..shhhh..," aku mendesah sambil merem-melek. Alisku bergerak ke atas - bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mataku. Keningku pun berkerut pertanda aku sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi. Dia meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan panjang dari lubang pantat sampai ke i tilku. Karena gerakannya, ujung hidungnya pun menyentuh n onokku. Terasa benar dinding n onokku mulai basah. Bahkan sebagian cairan n onokku mulai mengalir hingga mencapai lubang pantatku. Sesekali pinggulku bergetar. Di saat bergetar itu pinggulku
diremas kuat-kuat sambil ujung hidungnya kutusukkan ke lobang n onokku. "Paak.. enak sekali pak..," aku mengerang dengan kerasnya. Dia segera memfokuskan jilatan lidah serta tusukan ujung hidung di n onokku. Semakin lama n onokku semakin basah saja. Dua jari tangannya lalu dimasukkan ke lobang n onokku. Setelah masuk hampir semuanya, jarinya dibengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena "G-spot"-ku. Dan berhasil! "Auwww.. pak..!" jeritku sambil menyentakkan pantat ke atas. Sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam n onokku terlepas. Perut bawahku yang ditumbuhi jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahnya. Dia segera memasukkan kembali dua jarinya ke dalam n onokku dan
melakukan gerakan yang sama. Kali ini dia mengimbangi gerakan jarinya dengan permainan lidah di i tilku. i tilku tampak semakin menonjol sehingga gampang baginya untuk menjilat dan mengisapnya. Ketika i tilku digelitiki dengan lidah serta diisap-isap perlahan, aku semakin keras merintih-rintih. Pinggulku menggial ke kiri-kanan. "Pak..," hanya kata-kata itu yang dapat kuucapkan karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.Permainan jari dan lidahnya di n onokku semakin bertambah ganas. Aku sambil mengerang dan menggeliat meremas apa saja yang dapat
kuraih. Meremas rambutnya, meremas bahunya, dan meremas toketku sendiri. "Pak.. Ines sudah tidak tahan lagi. Masukin k ontolnya pak. Ohhh.. sekarang juga pak..! Sshhh. . . ," erangku sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhku. Namun dia tidak perduli. Dia sengaja untuk mempermainkan aku terlebih dahulu. Dia mau membuat aku nyampe sementara dia masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahnya dijauhkan dari n onokku. Kemudian kocokan dua jari tangannya di dalam n onokku semakin dipercepat. Gerakan jari tangannya yang di dalam n onokku
ke atas-bawah, sampai terasa ujung jarinya menghentak dinding atasnya secara perlahan-lahan. Sementara ibu jarinya mengusap dan menghentak i tilku. Gerakan jari tangannya di n onokku yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk.. Aku memekik kecil "Ah-ah-ah-ah-ah.." Sementara dia semakin memperdahsyat kocokan jarinya , sambil memandangi wajahku. Aku merem-melek keenakan, keningku berkerut-kerut. Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dari kocokan jarinya di n onokku semakin terdengar keras. Dia mempertahankan
kocokan tersebut. Dua menit sudah aku mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang makin membangkitkan nafsunya. Toketku semakin kencang dan licin, sedang pentilku tampak berdiri dengan tegangnya. Sampai akhirnya tubuhku mengejang hebat. Pantatku terangkat tinggi-tinggi. Mataku membeliak-beliak. Dan aku menjerit hebat, "Paaak..!" Dua jarinya yang tertanam di dalam n onokku dijepit oleh dinding n onokku dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jarinya dalam n onokku, terpancarlah semprotan cairan n onokku dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tangannya. Beberapa detik kemudian aku terbaring lemas di atas ranjang. Mataku memejam rapat. Aku baru saja nyampe dengan begitu hebat. Kocokan jari tangannya di n onokku pun dihentikan. Dibiarkannya jari tertanam dalam n onokku sampai jepitan dinding n onokku terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan dicabut dan n onokku. Cairan n onok yang terkumpul di telapak tangannya dibersihkan dengan kertas tissue.

Ketegangan k ontolnya belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjangku yang terbaring diam di hadapannya seolah menantang dirinya untuk membuktikan kejantanannya. Pak Ardi pun mulai menindih kembali tubuhku, sehingga k ontolnya yang masih di dalam cd tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Bibirnya mengulum kembali bibir ku, sambil tangannya meremas toket dan mempermainkan pentilnya. Aku kembali membuka mata dan mengimbangi serangan bibirnya. Tubuhku kembali menggelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di toketku. Setelah puas melumat bibir, wajahnya pun menyusuri leherku hingga akhirnya mencapai belahan toketku. Wajahnya kemudian menggeluti belahan toketku, sementara kedua tangannya meremas kedua belah toketku. Digesekkannya wajahnya memutar di belahan toketku. Kemudian bibirnya bergerak ke atas bukit toket sebelah kiri. Diciuminya bukit toketku, dan dimasukkannya pentil nya dalam mulutnya. Kini dia menyedot pentil toket kiriku. Dimainkan pentilku di dalam mulutnya itu dengan lidah. Sedotan kadang diperbesar ke puncak bukit toket di sekitar pentil yang berwarna coklat. "Ah.. ah.. pak.. geli," aku mendesiss sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. Dia memperkuat sedotannya. Tangannya meremas toket kananku. Kadang remasan diperkuat dan diperkecil menuju puncak bukitnya, dan diakhiri dengan tekanann kecil jari telunjuk dan ibu jarinya pada pentilku. "Pak.. hhh.. geli.. enak.. ngilu.." Dia semakin gemas. Toketku dimainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit toket kadang disedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang disedot hanya pentilnya dan
dicepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang diremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya dipijit dan dipelintir kecil pentilku di puncaknya. "Ah.. pak.. terus pak.. hzzz..ngilu.." Aku mendesis keenakan. Napsuku sudah kembali tinggi. Mataku kadang terbeliak. Geliatan tubuhku ke kanan-kini semakin sering frekuensinya.

Sampai akhirnya aku tidak kuat melayani serangan-serangan keduaku. Aku dengan gerakan cepat memelorotkan cdnya hingga turun ke paha. Pak Ardi memaklumi maksudku, segera dilepasnya cdnya. Aku segera menangkap k ontolnya yang sudah ngaceng. Sejenak aku terkejut. "Edan.. pak, k ontol bapak besar sekali.. k ontol cowok-cowok Ines dahulu tidak sampai sebesar ini," ucapku terkagum-kagum. Sambil membiarkan mulut, wajah, dan tangannya yang terus memainkan dan menggeluti kedua belah toketku, aku meremas-remas perlahan k ontolnya secara berirama. Bibirku yang pink kemudian melumat bibirnya dengan ganasnya. Dia pun tidak mau mengalah. Dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu yang menggelora. Kupeluk punggungnya dan kuremas dengan gemasnya.

Kemudian dia menindih tubuhku. k ontolnya terjepit di antara pangkal pahaku dan perut bawahnya sendiri. Bibirnya kemudian melepaskan bibirku. Kecupan bibirnya pun turun. Dikecupnya daguku. Dikecupnya leherku yang memancarkan bau wangi parfum yang kupakai. Diciumi dan digelutinya leherku dengan wajahnya, sementara pantatnya mulai bergerak aktif sehingga k ontolnya menekan dan menggesek pahaku. Puas menggeluti leher, wajahnya pun turun ke toket ku. Dengan gemas dan ganasnya dia membenamkan wajahnya ke belahan dadaku, sementara kedua tangannya meraup kedua belah toketku dan menekannya ke arah wajahnya. Belum puas dengan menyungsep ke belahan dadaku, wajahnya kini menggesek memutar sehingga kedua gunung toketku tertekan oleh wajahnya secara bergantian. Kemudian bibirnya meraup puncak bukit toket kiri ku. Daerah toket yang kecoklatan beserta pentilnya yang pink kecoklatan itu pun masuk dalam mulutnya. Dilahapnya ujung toket dan pentilku dengan bernafsu. Di dalam mulutnya pentilku dikulum dan dimainkan dengan lidahku. "Pak.. geli," katakun. Dia tidak perduli. Dia terus mengulum puncak bukit toketku. Pentilku menjadi keras. Kemudian dia kembali melahap puncak bukit toketku sebesar-besarnya. Apa yang masuk dalam mulutnya disedot sekuat-kuatnya. Sementara toket sebelah kanannya diremas sekuat-kuatnya dengan tangannya. Hal tersebut dilakukannya secara bergantian antara toket kiri dan toket kananku. k ontolnya semakin menekan dan menggesek pahaku. Aku semakin menggelinjang dengan hebatnya. "Pak... ngilu.. hihhh.. nakal sekali tangan dan mulut bapak.. Auw! Sssh.. ngilu," rintihku. Rintihanku itu justru semakin mengipasi api nafsunya
sehingga semakin berkobar-kobar. Semakin ganas dia mengisap dan meremas toketku.

Akhirnya pak Ardi tidak sabar lagi. Dilepasnya toketku dari gelutan mulut dan tangannya. Bibirnya kini berpindah menciumi dagu dan leherku, sementara tangannya membimbing k ontolnya untuk mencari liang n onokku. Diputarnya kepala k ontolnya di kelebatan jembut di sekitar bibir n onok ku. Jembutku bagaikan menggelitiki kepala k ontolnya. "Pak.. masukkan seluruhnya pak". Aku meraih batang k ontolnya yang sudah amat tegang. Paha ku buka agak lebar. "Edan.. k ontol bapak besar dan keras sekali, pak..," kataku sambil mengarahkan kepala k ontolnya ke lobang n onokku. Sesaat kemudian kepala k ontolnya menyentuh bibir n onokku yang sudah basah. Kemudian dengan perlahan dan sambil digetarkan, k ontol ditekankannya masuk ke liang n onokku. Kini seluruh kepala k ontolnya pun terbenam di dalam n onokku. Dia menghentikan gerak masuk k ontolnya. "Pak.. teruskan masuk, pak.. Sssh.. enak.. jangan berhenti sampai situ saja..," aku protes atas tindakannya. Namun dia tidak perduli. Dibiarkan k ontolnya hanya masuk ke lobang n onokku hanya sebatas kepalanya saja, namun k ontolnya digetarkan dengan amplituda kecil. Bibir dan hidungnya dengan ganasnya menggeluti leherku, lengan tanganku, dan ketiakku yang bersih dari bulu. Aku menggelinjang dengan tidak karuan. "Sssh.. enak.. geli, pak. Terus masuk, pak.." Bibirnya mengulum lenganku dengan kuat. Sementara gerakan dikonsentrasikan pada pinggulnya. Dan.. satu.. dua.. tiga! k ontolnya ditusukkan sedalam-dalamnya ke dalam n onokku dengan sangat cepat dan kuat. Plak! Pangkal pahanya beradu dengan pangkal pahaku yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. k ontolnya bagaikan diplirit oleh bibir dan lobang n onokku yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt! "Auwww!" pekikku. Dia diam sesaat, membiarkan k ontolnya tertanam seluruhnya di dalam n onokku tanpa bergerak sedikit pun. "Sakit pak.. Bapak nakal sekali" kata ku sambil meremas punggungnya dengan keras. Dia pun mulai menggerakkan k ontolnya keluar-masuk n onok ku. Seluruh k ontolnya yang masuk terasa dipijit
dinding lobang n onokku dengan agak kuatnya. "Bagaimana Nes, masih sakit?" tanyanya. "Sssh..enak sekali. k ontol bapak besar dan panjang sekali.. sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru lobang n onok Ines..," jawabku. Dia terus memompa n onokku dengan k ontolnya perlahan-lahan. Toket ku ikut terpilin oleh dadanya akibat gerakan memompa tadi. Kedua pentilku yang sudah mengeras mengilik dadanya yang bidang. Setiap kali menusuk masuk kepala k ontolnya
menyentuh bagian terdalam dari n onokku. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki n onokku sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat. Kemudian dia mengambil kedua kakiku dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar k ontolnya tidak tercabut dari lobang n onokku, dia mengambil posisi agak jongkok. Betis kananku ditumpangkan di atas bahunya, sementara betis kiri didekatkan ke wajahnya. Sambil terus mengocok n onokku perlahan dengan k ontolnya, betis kiriku diciumi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanan yang diciumi, sementara betis kiri ditumpangkan ke atas bahunya. Hal tersebut dilakukan beberapa kali secara
bergantian, sambil mempertahankan gerakan maju-mundur k ontolnya perlahannya di n onok ku. Setelah puas dengan cara tersebut, dia meletakkan kedua betisku di bahunya, sementara kedua telapak tangannya meraup kedua belah toketku. Masih dengan kocokan k ontol perlahan di n onokku, tangannya meremas toketku. Kedua gumpalan daging kenyal itu diremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua pentilku digencet dan dipelintir perlahan. Pentilku semakin mengeras. Aku pun merintih keenakan. Mataku merem-melek, dan alisku mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah. "Ah.. pak, gelii.. Tobat.. Ngilu pak. Sssh.. terus pak, terus. Edan...k ontol bapak membuat n onok Ines terasa enak sekali… Nanti pejunya jangan dingecretkan di luar n onok Ines ya pak. Ngecret di dalam saja..Ines sedang tidak subur…” Dia mulai mempercepat gerakan masuk-keluar k ontolnya di n onokku. "Ah-ah-ah.. benar, pak. benar.. yang cepat.. Terus pak,
terus.." Dia bagaikan diberi spirit oleh rintihanku. Dia meningkatkan kecepatan keluar-masuk k ontolnya di n onokku. Terus dan terus.Aku menjadi merem-melek. Begitu juga dirinya, matanya pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa. "Sssh.. sssh.. Nes..enak sekali.. n onokmu." "Ya pak, Ines juga merasa enak sekali.. terusss.. pak, terusss.." Dia meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk k ontolnya di n onokku. "Pak.. edan pak, sssh..terus...
Ines hampir nyampe nih pak.. sedikit lagi.. kita nyamper sama-sama ya pak..," akui mengoceh tanpa kendali. Dia mengayuh terus. Dia belum merasa mau ngecret. Sepertinya dia mau membuat aku nyampe duluan. "Paak..," rintih ku. Aku memegang kedua lengannya. "Pak.. ah-ah.. Enak pak, Mau nyampe pak..ah-ah.. sekarang ke-ke.." k ontolnya dijepit oleh dinding n onok ku dengan sangat kuatnya. Terasa ada cairan yang menyembur keluar dari n onokku dengan cukup deras. Aku meremas lengannya dengan sangat kuatnya dan berteriak tanpa kendali : "..keluarrr..!" Mata ku
membeliak-beliak. Sekejap tubuh ku mengejang. Dia pun menghentikan genjotannya. k ontolnya yang tegang luar biasa dibiarkan diam tertanam dalam n onok ku. Aku kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak kenikmatanku. Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan ku pada lengannyau perlahan mengendur. Kelopak mataku pun membuka, memandangi wajahnya. Jepitan dinding n onokku pada k ontolnya berangsur melemah. walaupun k ontolnya masih tegang dan keras. Kedua kaki kuletakkan kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka.
Dia kembali menindih tubuh telanjang ku dengan mempertahankan agar k ontolnya yang tertanam di dalam n onokku tidak tercabut. "Pak.. bapak luar biasa.. bapak membawa Ines ke langit ke tujuh", kata ku dengan mimik wajah penuh kepuasan. Dia tampaknya senang mendengar pengakuan ku itu. "Pak… bapak seperti yang Ines bayangkan. Jantan.. perkasa.. dan bapak berhasil membawa Ines ke puncak. Luar biasa nikmatnya.."

Pak Ardi saat ini baru setengah perjalanan saat aku sudah nyampe. k ontolnya masih tegang di dalam n onokku. kontolnya masih besar dan keras. Dia kembali mendekap tubuhku. k ontolnya mulai bergerak keluar-masuk lagi di n onokku, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding nonok ku secara berargsur-angsur mulai meremas k ontolnya. Sekarang gerakan kontolnya lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan yang disemprotkan oleh n onok ku beberapa saat yang lalu. "Ahhh.. pak.. bapak langsung mulai lagi.. Sekarang giliran bapak..ngecretkan peju bapak ke dinding n onok Ines..Sssh..," aku mulai mendesis lagi. Bibirnya mulai
memagut bibir ku dan dilumatnya dengan gemas. Tangan kirinya menyangga berat badannya, tangan kanannya meremas toket ku serta memijit pentilnya, sesuai dengan irama gerak maju-mundur k ontolnya di n onokku. "Sssh.... enak pak. Terus..," desisku saat bibirku lepas dari bibirnya. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora napsunya. Sambil kembali melumat bibir ku dengan kuatnya, dia mempercepat genjotan k ontolnya di n onokku. Pengaruh adanya cairan di dalam nonok ku, keluar-masuknya k ontol pun diiringi oleh suara, "srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret.." Aku tidak
hentinya mengeluarkan rintih kenikmatan, "Pak..aah". k ontolnya semakin tegang. Dilepaskannya tangan kanannya dari toketku. Kedua tangannya kini dari ketiak ku menyusup ke bawah dan memeluk punggungku. Akupun memeluk punggungnya dan mengusapnya. Dia pun memulai serangan dahsyatnya. Keluar-masuknya k ontolnya ke dalam n onok ku sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, k ontol dihunjamkan keras-keras agar menusuk n onok ku sedalam-dalamnya. k ontolnya diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding n onok ku
Sampai di langkah terdalam, mataku membeliak sambil mengeluarkan seruan tertahan, "Ak..!" Pangkal pahanya bagaikan menampar pangkal pahaku sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar n onok, k ontol dijaga agar kepalanyatetap tertanam di lobang n onokku. Remasan dinding n onok pada batang k ontolnya pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir n onokku yang mengulum batang k ontolnya pun sedikit ikut tertarik keluar. Pada
gerak keluar ini aku mendesah, "Hhh.." Dia terus menggenjot n onok ku dengan gerakan cepat dan menghentak. Aku meremas punggungnya kuat-kuat di saat k ontol dihunjam masuk sejauh-jauhnya ke lobang n onokku. Beradunya pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara k ontolnya dan n onok ku menimbulkan bunyi srottt-srrrt.. srottt-srrrt.. srottt-srrrtt.. Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh lenguhanku : "Ak! Uhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh.." k ontolnya
kuempot dengan n onokku. Ini membuatnya tidak kuasa menahan pekikan kecil: "Nes.. edan.. Enak sekali .. n onokmu enak sekali.. n onokmu hangat sekali.. edan.. jepitan n onokmu enak sekali.." "Pak.. terus pak.." rintih ku, "Ines juga enak pak.. Ak! Ak! Ak! Hhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh.." Dia pun mengocokkan mengocokkan kontolnya ke nonokku dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontolnya berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. "Nes.. aku.." Karena menahan rasa nikmat yang luar biasa dia tidak
mampu menyelesaikan ucapannya yang memang sudah terbata-bata itu. "Pak! Ines mau keluar lagi..Ines ke-ke-ke.." Tiba-tiba k ontolnya mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Dia tidak mampu lagi menahan lebih lama lagi. Pada saat itu juga tiba-tiba dinding n onok ku mencekik kuat sekali sehingga dia tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam k ontolnya. Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala k ontolnya disemprot cairan n onok ku, bersamaan dengan pekikan ku, "..keluarrrr..!" Tubuh ku mengejang dan mataku membeliak. "Nes..!" dia melenguh keras-keras
sambil merengkuh tubuh ku sekuat-kuatnya Wajahnya dibenamkan kuat-kuat di leherku. Pejunya pun tak terbendung lagi. Crottt! Crott! Croat! Pejunya bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding n onok ku yang terdalam. k ontolnya yang terbenam semua di dalam n onok ku terasa berdenyut-denyut. Beberapa saat lamanya kita terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali. Dia menghabiskan sisa peju dalam k ontolnya. Cret! Cret! Cret! k ontolnya mengecretkan lagi peju yang
masih tersisa ke dalam n onok ku. Kali ini semprotannya lebih lemah. Perlahan-lahan tubuh kami pun mengendur kembali. Dia kemudian menciumi leherku dengan lembutnya, sementara aku mengusap punggungnya dan mengelus rambutnya. Aku merasa puas sekali. "Pak.. terima kasih pak. Puas sekali Ines. Indah sekali.. sungguh.. enak sekali," kata ku lirih.
HOME

Cerita seru abg smu pertama kali bercinta ml ngeseks

Setibanya di rumah Rudi , segera Rudi membawanya ke kamarnya . Mereka berciuman mesra “ terima kasih yah sayang ..” kata Rudi . Fifi pun mencium Rudi lagi . “ Rud , aku ganti baju dulu yah .” . kata Fifi . Fifi pun ke kamar mandi Rudi . Dia menganti baju seragamnya dengan daster tidurnya yang sexy .Rudi menciumnya lagi “ kamu cantik , sayang “ . Rudi pun mengajak Fifi , untuk makan malam . Mereka pun makan berdua di ruang makan rumah mewah Rudi . Layaknya sepayang suami istri mereka makan dengan penuh kemesraan .Setelah menikmati makan malam itu , mereka segera ke kamar Rudi . Ada televisi , perangkat audio video , serta personal komputer di sana . Rudi telah menyiapak segalanya . Jika Fifi memutar DVD , tayangannya porno . Jika Fifi main komputer di desktop monitor , sudah tersedia icon icon shortcut , untuk file file jorok koleksinya .Yang di pilih Fifi , duduk di depan monitor . Sengaja , Rudi pura pura cuek , dan mendengarkan lagu . Sedang Fifi , mengutak atik PC Rudi . Waktu melihat shortcut , di desktop itu , Fifi mengkliknya . Yang muncul cerita jorok , dalam file ms word . Fifi pun dengan seksama membaca cerita jorok itu .
zonot
13-06-2006, 09:08 PM
Rudi tetap pura pura cuek , dan membiarkan kekasihnya terhanyut dalam birahi membaca cerita jorok itu . Setelah cukup lama , Rudi menghapiri gadisnya “ ayo lagi baca cerita jorok yah “ kata Rudi . “ eh , ahh , kamu dapet dari mana cerita ini “ tanya Fifi . “ he he dari DS Forum “ jawab Rudi . Fifi hanya diam . “ asik gak “ tanya Rudi lagi Tiba tiba , dengan nakal , Rudi meraba selangkangan Fifi , yang masih terbalut celana dalam putih nya . Dan Rudi bisa merasakan selangkangan celana dalam itu lembab . Dan Fifi pun mendesah “ ahhh …. Rudi kamu.. iseng.. ah…” katanya . Rudi pun melumat bibir Fifi dengan penuh nafsu .Kemudian Rudi membawa tubuh muda itu berbaring di atas ranjangnya . Sambil berbaring di atas ranjang itu bibir mereka bertemu , dan saling memainkan lidahnya .Satu persatu , pakaian mereka lepas dari tubuh mereka , sehingga kedua anak manusia itu telah bugil total . Rudi pun menambah birahi kekasihnya , dengan menstimulasi putting susunya dengan lidahnya . Lidahnya terus mengelitik putting susu Fifi , sehingga Fifi terus mendesah desah kenikmatan . Tekat Rudi sudah bulat , dia harus mencicipi perawan Fifi . Rudi melepaskan jilatannya pada putting susu fifi . Dan mendekatkan penisnya pada vagina perawan Fifi .Fifi meronta “ Rudi , apa yang kamu lakukan ..” . Rudi menatap Fifi , “ tenang aja , Fi ..” “ Rudi , jangan Rud , Fifi takut..” katanya . “ engak apa pa koq , sayang .. engak apa ..” rayu Rudi . Fifi yang sudah di kuasi birahi , dan rasa cintanya pada Rudi , membuat dirinya tak bisa menolak lebih jauh .Yang di rasa selanjutnya , bibir kamaluanya terus terbelah lebar , “ aduhh , Rudi … sakit.. “ jerit kecil Fifi . Rudi diam , membiarkan penisnya di sana . Dia mencium bibir Fifi dengan mesra . Tak lama penisnya mendorong lagi . “ aww.. rudi… sakit… “ katanya .Dengan lembut penisnya terus melesak masuk . Lalu perlahan keluar . Fifi mengerang . Ada rasa pedih di vaginanya . Rudi bermain dengan sangat lembut . Setiap kali kekasihnya mengerang sakit . Rudi berhenti . setelah itu baru dia bergerak lagi .Rudi terus mengoyang penisnya dengan lembut dan perlahan , mengisi ruang ruang di dalam liang vagina Fifi . Tapi Rudi yang baru pertama kali melakukan hubungan intim , tak bisa bertahan . Tubuhnya mengejang dan dia melepas spermanya di rahim Fifi.

Kusaksikan istriku selingkuh setubuh dengan orang asing

Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini.Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu........ Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu....kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu. Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan kontol ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin. Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan kontol sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung kontol dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai bersetubuh yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang hyperseks, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk. Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum kontol si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan kontol sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan kontol si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat kontol sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang. Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu... Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, "Hallo....siapa ya ?" kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, " Airin ya...ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?" "Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?" Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, "Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho" Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu kontol sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa " Menikmati apa Roy ?" Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?" Airin tertawa dan berkata lagi "kamu ini ada ada saja Roy", aku lalu menjawab dengan agak berbisik " Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh" Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar. Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, "Dimana anak tadi Rin ?" Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku. Tiba tiba saja Airin berkata "Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho " Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan. Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya.

Nikmatnya ngeseks ml ngentot di kursi sofa

Aku sangat akrab dengan Fitri penjaga toko itu, tetapi aku tidak berminat untuk menidurinya karena meskipun cantik, penampilan Fitri terlalu manis bagiku sehingga selama ini aku hanya menggodanya dan seringkali memberinya uang sehingga setiap kali aku kesana Fitri selalu baik kepadaku, dia juga tahu kalau aku sebetulnya doyan perempuan tetapi terhadap dia aku selalu menolak. Seringkali dia menggodaku dan akupun selalu menggodanya sampai hal yang paling intim, tetapi ya cuman segitu aja, mungkin Fitri juga gemas padaku karena perhatianku padanya cukup baik tetapi aku tidak mau meminta yang macam macam sehingga dia jadi bingung. Sedang asyik asyiknya aku memilih film, tiba tiba ada seorang wanita masuk kedalam toko dan langsung masuk mendekati Fitri serta berbicara pelan, aku meliriknya danketika itulah ia menoleh kepadaku dan tersenyum. Aku kaget sekali karena perempuan itu begitu cantik dan wajahnya sangat seksi, aku juga balas tersenyum dan Fitri lalu berkata kalau itu adalah bossnya pemilik toko. Aku berdiri dan mengajaknya bersalaman, tangannya terasa lembut ketika bersalaman, Erna si pemilik toko begitu ceriah berbicara kepadaku, rupanya dia sudah sering mendengar dari Fitri kalau aku ini langganan utama tokonya. Ia dengan ramah mempersilahkan aku untuk melanjutkan pilihanku dan ia bergegas menuju ruang kaca yang dijadikan kantor. Aku benar benar terpesona oleh penampilan Erna boss Fitri itu, badannya tidak terlalu tinggi dengan kulit yang kuning langsat, sementara dari balik kaos Guess yang dipakainya aku bisa menyaksikan gundukan buah dadanya yang montok dan kencang sekali itu, sangat serasi dengan wajahnya yang seksi dengan make up yang rapi sehingga membuat wajahnya bertambah anggun dan sangar. Ketika tadi ia masuk keruang kantornya aku memperhatikan pantatnya yang dilapisi celana panjang tipis itu, aku dapat melihat peta celana dalamnya dibalik celana panjangnya, kecil sekali sehingga sepertinya hanya menutupi sebagian kecil dari pantatnya yang bahenol itu. Aku langsung ngaceng dan kepengen secepatnya menyetubuhinya. Dengan pelahan aku bertanya pada Fitri, apakah Erna sudah bersuami, Fitri hanya tersenyum kecil dan menggeleng, tetapi aku berani bertaruh bahwa meskipun belum menikah tetapi Erna sudah sering mencicipi kontol, karena aku melihat dari gayanya yang demikian mantap, pastilah ia sudah sering ditiduri laki laki. Dari Fitri juga kuketahui bahwa Erna sudah berumur 26 tahun, meskipun penampilannya kelihatan lebih tua dan matang. Aku mencari alasan untuk berbicara dengan dia secara pribadi, ketika aku bertanya pada Fitri kenapa tak ada koleksi BF, Fitri langsung berkata agar aku langsung saja berbicara dengan bossnya dan masuk kedalam. Aku langsung mengiakan dan bergegas masuk keruang kantornya sementara Fitri hanya tersenyum melihatku karena ia sudah mengerti maksudku. Mungkin dia juga kepengen tahu bagaimana akalku untuk menaklukkan bossnya itu. Bagi aku semua ini menggembirakan karena bagi aku seks adalah suatu avonturisme yang akan membuat seks jadi lebih menggairahkan. Aku justru akan lebih bergairah jika melakukan seks secara mendadak dan tidak direncanakan, seperti apa yang kuinginkan saat ini. Ketika aku masuk kedalam ruang kaca itu kulihat Erna sedang berjongkok didepan lemari pendek sembari memeriksa beberapa Video disk. Aku berdehem sehingga Erna menoleh, ketika dilihatnya aku masuk ia segera bangkit dan tersenyum ramah, "Mari Pak silahkan duduk, apa yang bisa saya bantu ?" Aku langsung saja to the point menanyakan mengenai koleksi BF nya yang baru . Erna tersenyum dan berdiri dari kursinya untuk mengambil dari lemari ditembok, sambil membawa beberapa video disk Erna kembali ketempat duduknya sambil tak lupa menutup pintu kaca yang tadi aku masuki, lebih dari 15 video disk yang ditunjukkan Erna kepadaku untuk dipilih. Dengan ramah Erna bertanya kepadaku :"Bapak senang BF yang keluaran mana ? " Aku jawab kalau aku senang dengan BF Eropah karena pemainnya betul betul serius dan tidak kelihatan canggung. Erna tertawa. Katika aku tanyakan kepadanya dia senang yang bagaimana dia mulanya tertawa ngikik tetapi ketika aku desak dia menjawab kalau dia senang film Eropah juga, ketika kudesak kenapa senang Eropah dia bilang karena prianya seksi seksi. Aku tertawa juga padahal aku benar benar tak tahan rasanya kontolku sudah mau muncrat mendengar tertawa Erna yang menggairahkan itu. Dengan berlagak bodoh aku minta agar dapat mencoba diks tersebut. Tanpa ragu ragu Erna segera memasang film tersebut di video playernya dan menyerahkan remote controlnya padaku. Diapun dengan serius melihat film tersebut, ketika ada adegan seorang pria menjilati nonok si perempuan kulirik Erna, ternyata dia hanya diam saja tanpa reaksi, tetapi ketika ada adegan seorang pria mengeluarkan kontolnya dan mengocoknya didepan pacarnya barulah Erna tersenyum. Aku langsung nimbrung, Bu Erna senang yang seperti ini ya, dia hanya tertawa. Aku tidak melanjutkan lagi melihat film tersebut, langsung aku putuskan untuk membeli semua film yang ditawarkannya tadi. Bagi aku lebih penting untuk berbicara pada Erna daripada mengurusi film. Erna agak kaget juga melihat keborosanku itu, karena total aku memborong hampir 30 video disk. Sambil menunggu Fitri yang membungkus film yang aku beli, aku berbincang bincang dengan Erna. Aku bertanya padanya apakah dia sudah berkeluarga dengan gamblang dia menjawab kalau berkeluarga belum tapi kalau kawin sudah. Aku kaget mendengar jawabannya itu, malahan dia balik bertanya kepadaku apakah aku selalu setia pada isteriku. Aku hanya menyeringai saja. Dia tertawa lepas melihat seringaiku itu dan mengatakan bahwa bagi dia seks itu harus dinikmati dan dia tidak mau kalau hanya menjadi alat pemuas seks dari pria tetapi jutru dia harus bisa betul betul puas dengan seks tersebut. Ketika aku tanyakan apa yang dia maksudkan dia mengatakan kalau dia "main" maka bagi partnernya harus menuruti kemauannya dan harus sanggup membuat dia terpuaskan, karena kalau tidak dia akan marah marah. Aku bertanya lagi apa yang menjadi kemauannya bila bersetubuh. Erna menjawab kalau dia senang kalau dijilati barangnya lalu dia senang kalau si pria kuat bertahan meskipun dia mencari kepuasannya sendiri. Aku tersenyum mendengar ceritanya itu, bagi aku semuanya itu justru merupakan hobbyku. Ketika kusindir bahwa dia itu ternyata super hot, Erna malahan tertawa ngakak dan berdiri, tanpa sungkan dia mengangkat blusnya sehingga aku dapat melihat beha yang melapisi buah dadanya yang montok itu juga ketiaknya yang penuh dengan bulu itu. Kata Erna, perempuan kalau ketiaknya tebal pasti nafsunya gede lho Pak" Aku meneguk air liurku sendiri kebingungan karena tak kusangka Erna begitu cepat akrab denganku. Ketika kukatakan pada dia apa dia suka pria yang barangnya gede dia langsung menjawab kalau itu yang enak karena kalau dihisap pegangannya mantap. Aku sudah rasanya kepengen saja menunjukkan kontolku yang over size itu pada Erna, tetapi aku masih bertahan dulu, aku ingin Erna menceritakan segala sesuatu tentang dirinya, karena kalau kuperhatikan Erna rupanya juga punya sifat exhibitionist alias suka pamer tubuhnya sendiri, aku bertanya lagi pada Erna kapan dia terakhir kalinya hubungan seks. Dengan serius Erna menjawab bahwa sebenarnya sebelum ketokonya, dia sempat main seks dulu digarasi rumahnya, bahkan dia mengatakan kalau sampai saat itu dia belum sempat membersihkan alatnya hanya dilapisi tissue saja. Ketika aku tanyakan bagaimana kok bisa main di garasi, kenapa tidak dikamarnya saja, dia menjawab hanya karena mendadak nafsu saja. Dia bilang kalau dia cuma menurunkan celananya serta teman cowoknya masuk dari belakang. Untung kata Erna dia berhasil mencapai kepuasan, karena kebetulan dia pagi itu benar benar lagi hot. Aku bilang pada Erna apakah dia mau melihat barangku yang antik, Erna langsung mengangguk dan mendekati aku, sebelum kubuka celanaku, aku berpesan pada Erna agar supaya jangan mentertawakan bila barangku itu kecil. Erna mengangguk, namun ketika kubuka celanaku dan kukeluarkan kontolku yang segede anak kucing itu, Erna terpekik dan tertawa. Dia betul betul kagum melihat kontolku yang ukurannya raksasa itu. Aku diam saja ketika Erna mengelus elus kontolku yang sudah ngaceng sepenuhnya itu. Mendadak Erna meninggalkan aku dan menuju pintu ruangannya, dia tanpa sungkan langsung menggerendel pintu itu dan kembali kedepanku. Erna langsung membuka blouse dan celana panjangnya sehingga dia hanya memakai celana dalam dan beha saja. Kulihat dicelana dalamnya memang tampak beberapa lembar tissue menyumpal nonoknya yang masih dibanjiri sperma pacarnya itu. Sementara Erna membuka behanya, aku langsung menurunkan celana dalamnya dan langsung wajahku kubenamkan dikerimbunan jembutnya yang berbau harum itu. Dengan posisiku ini aku mengalami kesulitan untuk menjilati bagian dalam nonok Erna, karenanya kudorong kaki Erna agar mengangkang sehingga memudahkan aku menjilati bagian tepi nonoknya. Baru saja lidahku menyentuh bibir luar nonok Erna, Erna sudah mencengkeram bahuku dan merintih. Agar supaya aku makin mudah menjilati nonoknya, Erna langsung agak menekuk kedua kakinya dan lebih melebarkan kakinya, dengan agak menengadah aku berhasil menjilati celah nonok Erna yang masih menyimpan lendir sperma itu. Kurasakan asin dan kental, tetapi aku tak perduli, kucari itil Erna yang letaknya agak tersembunyi karena posisinya yang sedang berdiri itu. Ketika kutemukan, dengan sekali sedot itil Erna lenyap dalam mulutku dan kupermainkan dengan lidahku. Erna memekik lemah ketika itilnya kumamah pelan pelan. Rupanya Erna tak tahan dengan gerakanku itu karena dia langsung lemas dan menimpa badanku sehingga kami berdua terguling dikarpet. Saat itulah aku melepas seluruh celanaku dan langsung kuselipkan kontolku dinonok Erna. Erna mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sehingga kontolku benar benar merasakan pendaratan yang nyaman didasar nonok Erna yang hangat dan kenyal itu. Seperti yang dikatakannya, ternyata Erna memang egois, begitu dia merasakan kontolku sudah masuk seluruhnya, dia langsung menggerak gerakkan pantatnya untuk mencari kepuasannya sendiri. Dia memutar mutar pantatnya dengan gerakan yang tersendat sendat, aku biarkan saja semua itu karena aku tahu bahwa Erna sedang mencari titik kenikmatannya. Benar saja tak lama kemudian Erna sudah melenguh seperti sapi, kurasakan kontolku seperti disiram cairan hangat dari dalam nonok Erna. Baru saat itulah aku memainkan kontolku untuk merasakan legitnya nonok Erna. Ketika kutarik batang kontolku kurasakan kalau nonok Erna sepertinya menyedot kembali kontolku itu, tetapi ketika kuhunjamkan lagi kedalam liangnya, terasa peret sekali sepertinya batang kontolku dicengkeram dengan lembut. Saat itu Erna sudah tak berdaya apa apa lagi, dia hanya diam saja pasrah dengan apa yang aku lakukan. Aku benar benar memanfaatkan moment ini untuk menikmati kesintalan tubuh Erna yang seksi itu. Kuciumi bibirnya dan Erna dengan cekatan menjulurkan lidahnya menggelitik lidahku. Kuremas susunya yang montok dan kupilin pilin putingnya. Erna tak henti hentinya memuji kontolku yang katanya luar biasa besarnya itu. Aku diam saja, karena aku betul betul konsentrasi merasakan kenikmatan yang mengumpul diujung kontolku itu. Ketika terdengar dering telepon, Erna acuh saja, tetapi aku jadi tak bisa konsentrasi maka kucabut kontolku dulu dan kusuruh Erna untuk mengangkat telepon itu. Dengan malas Erna berdiri dan mengangkat telepon itu, sementara Erna menelepon aku memperhatikan kemolekan Erna dalam keadaan amburadul karena mencari kenikmatan tadi itu, kulihat badannya yang putih itu berkilat karena keringat, sehingga menambah kecantikannya. Tak lama kemudian Erna sudah kembali memeluk aku dan menciumi aku, kali ini dia langsung melorot dan menghisap kontolku yang masih berlumur lendir dari nonoknya tadi itu. Dengan telaten Erna memasukkan ujung kontolku itu kedalam mulutnya kemudian dijulurkannya lidahnya untuk menelusuri batang kontolku sampai kepelirnya, begitu diulang ulang dan setiap kali sampai diatas ia selalu mengulum seluruh topi bajaku benar benar nikmat dan menyenangkan karena gerakan Erna benar benar menunjukkan kalau dia menikmati kulumannya itu. Karena aku lebih kepengen memuntahkan spermaku didalam nonok Erna, maka pelan pelan kudorong Erna kesamping dan aku kembali mengambil peran. Kududukkan Erna ditepi meja kerjanya dan kemudian kusuruh ia berbaring sehingga kakinya terjuntai dan nonoknya mencembung serta merekah memamerkan itil yang berwarna merah muda agak keungu unguan itu. Karena sudah basah dengan keringat maka jembut Erna menyibak sendiri, aku tidak langsung memasukkan kontolku kedalam liangnya, tetapi justru dengan ujung kontolku yang keras itu, kugosok gosok itil Erna. Erna menggeliat geliat sambil mencengkeram, dia mendesah dan memintaku agar secepatnya memasukkan kontolku itu, aku diam saja, aku terus menggosok gosokkan ujung kontolku pada itil serta tepi tepi bibir nonoknya, aku yakin bahwa tak lama lagi Erna pasti akan orgasme lagi, benar saja tak lama kemudian Erna menggerang keras dan tubuhnya diangkat untuk memelukku serta menggigit pundakku. Erna mengejang untuk beberapa saat, barulah kemudian ia lemas dan terbaring lagi diatas meja kerjanya sendiri. Aku menunduk untuk melihat nonok Erna yang merekah itu, benar saja tampak ada sedikit lendir bening yang keluar dari dalam nonoknya, aku yakin bahwa itulah cairan kenikmatan yang dikeluarkan Erna. Dengan cepat kujulurkan lidahku dan kujilati cairan itu sampai bersih sekali. Erna tak bergerak sama sekali, dia benar benar loyo, dan aku benar benar memiliki kebebasan untuk menyetubuhi serta memuaskan dia. Kali ini aku langsung menyelipkan kontolku diantara bibir nonok Erna yang sudah membengkak itu, benar benar seksi karena nonok Erna sepertinya jadi tebal dan itilnya keras seperti batu ditambah dengan bulu jembutnya yang lebat itu. Tanpa kesulitan ujung kontolku langsung mendarat didasar nonok Erna. Dengan penuh semangat aku memaju mundurkan kontolku sambil bibirku menciumi susu serta bibir Erna. Erna masih terus bereaksi membalas ciumanku dan kadang kadang bila terasa geli ia malahan menggigit bibirku. Meskipun sudah basah kuyup dengan cairan yang keluar dari dalam nonoknya, barang Erna masih tetap berpasir dan mampu membuat sekujur batang kontolku setiap kali kugerakkan seperti dialiri listrik. Merasa kalau bendungan air maniku akan ambrol, aku menciumi leher Erna dan menggigit lehernya yang jenjang dan putih itu, benar saja kurasakan panas sekali diujung kontolku sementara kupingku berdenging karena kenikmatan yang merayap diseluruh tubuhku, dengan pandangan yang mendadak menjadi gelap kusemprotkan seluruh isi kontolku kedalam liang nonok Erna ..... syoor...... syoor...... croot. Benar benar terasa lega karena begitu banyak air maniku yang kusemprotkan kedalam liang Erna.

kurasakan liang nonok ABG memeras kontolku

Dengan uangku yang berlimpah dan kemampuanku untuk membaca dan merubah nasib orang lain membuatku jadi betul betul dapat memuaskan nafsu seksku yang diluar normal ini, mungkin juga ini adalah keseimbangan bagi diriku karena dengan kemampuanku pastilah harus ada imbangannya. Salah satu hobbyku yang menyenangkan adalah mengintip perempuan telanjang, dan lebih nikmat lagi jika aku mengintip perempuan yang terkenal bermain seks. Hobby ini sangat mahal karena untuk ini aku secara khusus membuat sanggar senam dan kesegaran jasmani. Tapi khusus untuk yang satu ini aku tak mau bila ada pria yang masuk disanggar ini, jadi khusus hanya untuk perempuan. Modal yang kutanam cukup besar sekitar 3 milliar rupiah dan ketika peresmiannya aku sengaja meminta salah seorang isteri pejabat tinggi negara untuk meresmikannya. Saat ini sanggar senamku mempunyai anggauta sekitar 200 orang semuanya wanita wanita kaya dan terkenal di Jakarta ini mulai dari isteri pejabat, bisnis woman, artis dan remaja remaja. Mereka semua tak ada yang tahu bahwa ditiap ruangan yang manapun aku telah memasang kamera perekam yang sangat canggih yang dapat kukontrol dari sebuah ruangan khusus. Dan khusus untuk beberapa ruangan aku dapat secara langsung melihat mereka karena ruangan tersebut aku lengkapi dengan kaca satu arah.Siang itu aku sengaja datang kesanggar senamku karena siang itu aku tahu kalau ada isteri pejabat tinggi negara yang akan senam. Sudah sejak lama aku ingin melihat tubuh ibu cantik ini, karena dia adalah isteri muda pak menteri dan wajahnya betul betul secantik bintang film ditambah juga otaknya juga encer karena dia juga menyandang gelar doktor. Tidak lama setelah aku masuk ruang monitorku, kulihat ibu menteri itu masuk keruang lobby dengan beberapa temannya perempuan juga. Aku segera mengatur kamera otomatis yang sudah aku siapkan itu kekamar yang akan dipakainya untuk ganti. Hal ini dapat kulakukan karena memang untuk beberapa tamu VIP aku sediakan kamar yang khusus sehingga mereka dapat leluasa berganti pakaian, sekaligus aku juga leluasa melihat tubuh mereka. Dugaanku tak meleset ibu menteri memasuki kamar yang aku perkirakan, tetapi yang diluar dugaanku, ternyata dia tidak masuk sendirian melainkan dengan dua orang temannya. Ketika aku close up, ternyata kedua temannya juga cantik cantik dengan baju seragam pegawai negeri, aku menduga mereka ini pasti ajudannya atau apa. Setelah pintu ditutup oleh salah satu perempuan yang mengawalnya tadi, ibu menteri mulai melepas pakaiannya untuk berganti dengan baju senam. Bu menteri ini usianya sekitar 35 tahun, badannya padat berisi meskipun tidak terlalu tinggi, wajahnya cantik sekali dengan memakai kacamata . Ketika ia membuka blouse dan kemudian rok bawahnya, aku menjadi lega karena ternyata dia hanya memakai beha dan celana dalam saja yang berarti dia harus melepasnya untuk berganti pakaian senam. Ketika ia sudah membuka behanya, kupuaskan mataku memandang susunya yang montok itu, putingnya lebar tetapi warnanya bagus sekali merah muda, karena ibu menteri ini belum punya anak, begitu juga ketika ia melepas celana dalamnya, hatiku agak kecewa karena ternyata selangkangannya tidak terlalu banyak ditumbuhi jembut. Saat itulah diluar dugaanku salah satu pengawal ibu menteri yang saat itu juga sudah telanjang mendadak mendekati ibu menteri dan menciumi susunya. Aku barusan tersadar bahwa ibu menteri ini ternyata lesbian, dengan mesra si ibu ini merangkul pengawalnya tadi yang memang badannya ternyata jauh lebih seksi dari si ibu menteri karena tinggi besar dengan susu yang sangat montok tapi kencang sekali. Sementara mulutnya menciumi susu bu menteri, tangannya yang satuaktif meremas remas selangkangan bu menteri. dan siibu menteri sendiri tangannya juga sibuk meremas susu pengawalnya itu. Ketika kuperhatikan pengawal yang satunya lagi, kulihat dia juga sudah telanjang bulat tetapi tetap saja bersandar didekat pintu sambil mengawasi gerakan kedua pasangan sejenis itu. Saat itu kulihat ibu menteri sudah telentang dimeja pijat yang ada diruang itu dengan kaki terkuak lebar dan pengawalnya asyik menjilati nonoknya. Aku menelan ludah, tak bisa kubayangkan bahwa seorang ibu menteri berselingkuh disanggar senamku, tetapi aku juga menyadari bahwa memang disinilah tempat yang paling aman karena pasti tak ada yang curiga. Ketika kucoba untuk mendekatkan lensa kamera rahasiaku kenonok bu menteri, aku lagi lagi menelan ludah karena itil bu menteri besar sekali seperti biji salak dengan warnanya yang merah muda, saat itu aku baru melihat bahwa sebenarnya ibu menteri jembutnya tebal juga, namun rupanya sengaja digunting agar supaya lebih mudah bila akan dijilati oleh pacar pacarnya. Saat itu perempuan yang satu lagi sudah mendekati ibu menteri dan memeluknya diatas meja pijat serta berciuman sementara tangannya meremas remas susu ibu menteri. Aku tak tahan melihat ini, tetapi aku tak bisa apa apa karena bila aku berani memergoki mereka, pastilah nama baik sanggarku akan jatuh sekaligus ketahuan kalau aku ini jago ngintip. Kutinggalkan ruang monitor dan keluar keruang depan, saat itu tiba tiba melintas didepanku Tina seorang instruktur senam yang belum berapa lama bekerja ditempatku, aku secara spontan memanggilnya, dia menoleh dan segera mendatangi aku. Kuajak dia menuju ruang pribadiku dan kupersilahkan dia duduk didepanku. Dengan agak genit tetapi tetap menunjukkan bahwa dia sedikit bingung Tina bertanya : " Ada apa Pak kok memanggil saya". Aku tersenyum dan berkata : " Kamu disini kan masih baru, apakah kamu sudah kerasan disini ?". Tina dengan cepat mengangguk, katanya : "kerasan Pak, suasananya menyenangkan". Kutanya lagi : "apakah gajimu mencukupi untuk semua kebutuhanmu ?". Lagi lagi Tina mengangguk sambil tersenyum. Aku sudah tahu pasti dia akan menjawab seperti itu, karena disini aku selalu membayar melebihi kebiasaan, hampir 3 kali lipat dari gaji ditempat lain, belum lagi antar jemput serta fasilitas kesehatan yang aku berikan, pasti dia kerasan dan puas. Melihat gayanya yang jinak itu aku mulai memasang jebakanku. " Sekarang umurmu berapa Tin?" " Dua puluh empat pak", jawabnya. Apakah kamu masih kuliah ?" "Tidak pak, saya malas, habis enak sih cari duit sendiri" katanya sambil tersenyum genit sekali. "Lalu uangmu dipakai buat apa, kalau tidak dipakai untuk kuliah, apa dipakai pacaran saja ?" Tina tertawa katanya" Kok enak uang buat pacaran, ya pacar saya yang mesti keluarin uang buat pacaran" Pertanyaanku mulai nekad: " Tina, kenapa sih sudah pakai baju senam yang bagus, kok masih memakai stocking lagi ?" Tina tertawa, "habis nanti bisa mengerikan tokh pak." Aku bertanya lagi, apa kamu kalau pakai baju senam itu masih pakai celana dalam ? Tina tak menjawab tetapi hanya menggeleng saja sambil tertawa. "Coba Tina kamu berdiri ya, saya kepengen lihat posturmu " Tina langsung berdiri didepanku sambil tersenyum senyum. Kuperhatikan badan Tina, badannya cukup tinggi kira kira 168 cm., buah dadanya tidak terlalu besar kira kira 34 tetapi pantatnya besar sekali menonjol bagus sekali. Ketika kuminta Tina mengangkat tangannya, kulihat ketiak Tina bersih sekali tanpa ada bulunya. Ketika kutanya, dia menjawab bahwa selalu dicukur dan dicabuti. Lalu yang bawah apa juga dicukur ? Tina tertawa geli, ya nggak dong pak, kalau dicukur buat apa saya pakai stocking. Kenapa nggak dicukur saja lanjutku, "sayang pak, habis tebel , justru saya pelihara biar tambah tebal"Aku menatap dia dan kulanjutkan pertanyaanku, "Tina, apa kamu masih perawan ?" Tina tersipu malu dia tak menjawab malah bertanya kembali, apa maksudku bertanya seperti itu. Aku tidak menjawab tetapi justru terus mendesak dia. Akhirnya keluar jawaban Tina kalau dia sudah nggak perawan lagi. Ketika kutanya kapan terakhir kamu "main" diluar dugaan Tina menjawab barusan saja tadi malam. Aku makin berani, ketika kutanya, apakah kontol pacarnya gede, dia menjawab lumayan gedenya. Saat itu aku sudah nggak tahan lagi, aku membuka celanaku dan mengeluarkan kontolku sendiri. "Kalau dengan ini besar mana Tin ?" Tina merona wajahnya, tetapi matanya memperhatikan kontolku yang sudah ngaceng itu. "Besar kepunyaan bapak !", jawabnya. Aku tak menghiraukan jawabannya, tanganku meremas remas kontolku sendiri sambil mengocoknya pelan pelan. Dengan suara serak aku menanyakan Tina, apakah dia pernah menghisap kontol, dia hanya mengangguk. Kuraih pundak Tina dan kusodorkan kontolku untuk dihisapnya. Denga ragu ragu Tina menunduk dan mengulum ujung kontolku yang seperti topi baja itu. Terasa hangat bibir Tina. Tanganku mulai meremas susunya langsung dari balik baju senamnya, terasa lembut dan kenyal. Ternyata Tina sangat pintar menghisap kontol, kontolku yang panjang dan besar itu bisa dihisapnya sampai habis dan bahkan lidahnya bisa sampai menjilati pelirku. Luar biasa, kubisikkan pada Tina bahwa spermaku akan keluar, dia diam saja dan ......srot.srot.....croot... air maniku me-nyembur memenuhi rongga mulutnya, Tina benar benar menikmati semua ini, tangannya menekan pantatku sehingga kontolku betul betul masuk kedalam mulutnya. Dalam keadaan kegelian seperti itu, Tina tidak mau melepaskan kontolku, bahkan dia makin ganas memainkan lidahnya membersihkan kontolku dari sisa sisa air maniku. Semuanya ini membuatku jadi ngaceng lagi, aku tak merasakan apa apa selain kontolku terasa seperti kebal dan kaku sekali. Tina menyeringai melihat kontolku yang tetap ngaceng meskipun baru saja memuntahkan laharnya. Dibukanya pakaian senamnya yang ketat itu sehingga telanjang bulat, badan Tina sangat seksi, buah dadanya lumayan besar dan kencang sekali dengan pinggang yang kecil dan pantat yang sangat besar sekali. Jembut Tina seperti yang dikatakannya, sangat tebal sekali. Hitam legam sangat kontras dengan kulitnya yang putih itu. Kudorong Tina kedepan meja kerjaku dan kubisikkan pada Tina agar ia menungging, Tina menurut saja. Ia menelungkup diatas meja sambil berdiri, aku tambah terangsang melihat pantat Tina yang besar, dan nonoknya yang penuh bulu dengan liang berwarna merah kehitaman agak menganga menantikan kontolku. Aku tidak langsung memasukkan kontolku keliang nonok Tina, tetapi aku mulai menjilati liang dubur Tina, sehingga Tina menggeliat geliat kegelian sementara tanganku mencari cari itil Tina untuk menambah rangsangan bagi Tina, ketika kutemukan aku mulai memilinnya dan memasukkan jari jariku kedalam liang nonoknya, Tina makin menggeliat dan liang nonoknya mulai berlendir, tangannya menggapai gapai mencari batang kontolku, dan begitu ketemu langsung saja ditariknya membuat aku kesakitan dan mendekatkan kontolku keliang nonoknya sesuai kemauan Tina, begitu Tina berhasil menyelipkan kontolku diantara bibir kemaluannya, Tina langsung menggerakkan pantatnya kebelakang dan,...... slep.. blus...kontolku ambles kedalam liang Tina. Tanganku juga menggapai buah dada Tina yang montok dan kenyal itu, kuremas remas sekuatku sambil menikmati legitnya nonok Tina yang sempit dan berpasir itu, Tina tidak terlalu banyak bergerak untuk mengimbangi keluar masuknya kontolku, tetapi kurasakan nonoknya secara ritmis memijat mijat dan memeras kontolku, aku benar benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bayangkan setiap kali aku menarik kontolku Tina selalu merapatkan liang nonoknya sehingga kontolku seperti diurut, tetapi begitu aku menusukkan kontolku kembali ia merapatkan liang nonoknya sehingga kontolku kali ini terasa seperti ditarik kulupnya menimbulkan rasa geli yang tak bisa kukatakan disini. Tina mulai mendesah desah merasakan kenikmatan persetubuhan ini, gerakannya mulai kacau. Aku mencabut kontolku dan sekarang kubaringkan tubuhku diatas karpet kantorku dan kusuruh Tina menindihi aku. Tina yang sudah dipenuhi oleh birahi langsung saja menduduki kontolku yang tetap ngaceng itu. Dengan posisi kuda kudaan seperti ini membuat aku puas menikmati kecantikan dan keseksian Tina kulihat nonok Tina yang berjembut lebat itu kembang kempis setiap kali menelan kontolku. Gerakan Tina makin keras naik turun naik turun sampai tiba tiba Tina menekan pantatnya keras keras dan merintih keras sekali katanya :....aduh....pak....sssaya .... kkkelluuuaaaar .........!!! Aku tak dapat menahan diriku lagi karena pada saat itu kurasakan liang nonok Tina memeras kontolku secara ritmik dibarengi rasa hangat disekujur batang kontolku, maka akupun mengerang dan menggeliat sementara ujung kontolku sekali lagi menyemburkan spermaku untuk kedua kalinya .......... srooot......sroot ........ crooooot.........Tina merebahkan badannya keatas dadaku, susunya yang montok dan berkeringat itu bercampur baur dengan keringatku sendiri.

Cerita seru seks dokter dan pasien ML setubuh senggama

Sebanarnya ini semua hanya bermula dari keisenganku menggoda isteri temanku yang kukira sedang kesepian. Aku mencoba membohonginya dengan membaca beberapa ciri khas ditubuhnya demi untuk dapat menidurinya, tetapi diluar dugaanku ramalanku ternyata cocok, dan tanpa menceritakan affairku dengannya ternyata Evie sudah menceritakan kemampuanku ini pada semua kenalannya, sehingga aku menjadi seperti saat ini, paranormal ! Aku sangat menikmati kemampuan baruku ini, meskipun tidak pada setiap orang aku berani mengganggunya, tetapi anehnya hampir semua klienku bersedia menuruti permintaanku tanpa rewel, cuma seperti yang kukatakan, tak semuanya aku tiduri !.Seperti siang ini, dikantorku sudah ada beberapa wanita menungguku, ketika aku datang, aku sempat tersenyum kepada mereka dan memandang mereka satu persatu. Semuanya rata rata perempuan kaya dan cantik, tetapi ada seorang ibu yang kelihatan anggun dengan tubuh yang tinggi besar sangat sesuai dengan seleraku. Dimeja kerjaku kulihat berjajar empat lembar kartu kecil bertuliskan nama nama pasienku, kartu ini dibuat oleh sekretarisku Lenny. Kubaca satu persatu tetapi aku tak dapat menduga mana kartu ibu yang kuinginkan itu, sehingga kupanggil Lenny untuk memanggil mereka satu demi satu. Lenny sudah menjadi sekretarisku selama 3 tahun, jarang ada sekretarisku yang tahan begitu lama, karena rata rata mereka cantik sehingga mereka laku keras untuk kawin. Lenny seringkali juga memuaskan nafsuku, terutama bila aku sedang iseng dikantor ini, kami sering main dimeja kerja, dikursi bahkan dikamar mandi , semuanya kami lakukan dengan diam diam tanpa ada seorangpun yang curiga. Lennypun tahu dengan jelas hobbyku main cewek, bahkan seringkali dia kusuruh mengintai manakala aku berhubungan seks dengan klienku dan biasanya setelah itu, Lenny juga minta jatah karena dia tak dapat menahan nafsunya sendiri.Lenny dengan gayanya yang anggun dan alim segera memanggil salah satu dari tamuku, ketika siibu masuk ternyata bukan ibu yang kuinginkan melainkan seorang ibu muda yang kelihatan genit tetapi wajahnya kelihatan kalau dalam keadaan sumpeg. Kuperhatikan tubuhnya dari jauh, ia memakai blus tanpa lengan sehingga memamerkan lengannya yang mulus sementara tubuhnya langsing dengan pantat yang besar. Bibirnya agak tebal dan wajahnya cantik sekali. Ia langsung menyalami aku dan memperkenalkan namanya Ria, rupanya ia lebih senang dipanggil dengan nama kecilnya daripada dengan nama suaminya, aku yakin dia sudah bersuami karena sempat kulihat cincin kawin berlian yang melingkar dijarinya. Setelah berbasa basi sejenak Ria segera menceritakan masalahnya kepadaku, rupanya dia sedang dalam kesulitan karena hobbynya bermain judi. Meskipun judi dilarang di Jakarta ini, tetapi ia berjudi melalui jaringan parabola , katanya dia dulu menang cukup banyak tetapi sudah dua bulan ini dia terus menerus sial sehingga hampir semua hartanya sudah habis. Saat ini dia takut kalau suaminya tahu dan dia akan diceraikan.Aku tersenyum mendengar ceritanya ini, bagiku ini kasus biasa dan mudah, pasti beres. Tanpa membuang waktu aku menanyai Ria apakah menjelang dia kalah terus itu dia pernah melakukan sesuatu yang kurang baik, dia menyatakan rasanya kok tidak pernah, karena katanya kalau dia menang maka dia selalu baik kepada orang lain. Aku berkata kepadanya bila memang begitu maka kemungkinan sialnya ada dibadannya dan aku harus mencarinya dan kemudian menangkalnya. Tanpa ragu kusuruh ia membuka pakaiannya dan telanjang bulat didepanku. Ria memandangku dengan tajam dan kemudian dia bangkit dan mulai melepas pakaiannya. Diluar kebiasaan yang aku ketahui, yang pertama dibuka Ria adalah roknya dan kemudian celana dalamnya sehingga aku langsung dapat melihat nonoknya yang dihiasi jembut hitam, baru kemudian dia membuka blus dan behanya. Seperti dugaanku susu Ria tidak terlalu montok tetapi mengkal dan bulat dengan pentil merah muda. Dalam keadaan telanjang bulat Ria berdiri mematung didepanku kakinya rapat dan tangannya terlipat diperutnya. Kusuruh ia berputar sehingga aku juga dapat melihat pantatnya yang montok itu, benar benar seksi. Dari apa yang kulihat aku langsung menyuruhnya duduk didepanku. Kukatakan bahwa aku sudah tahu dimana letak sialnya yaitu dari paha kanannya. Aku katakan bahwa semuanya sudah beres. Ria rasanya tidak percaya kalau aku mengatakan seperti itu, dia minta agar aku membuktikan kata kataku itu. Dengan ngawur aku minta dia mencabut jembutnya sendiri secara sembarangan, Ria menuruti permintaanku itu dan meletakkan jembutnya dimejaku. Kusuruh ia menghitungnya ternyata jumlahnya 3 lembar, kusuruh ia mencabut sekali lagi dan kali ini jumlahnya 4 lembar. Kuminta dia untuk memasang taruhan diangka 34 atau 43 dan buktikan sendiri. Baru saat itu Ria bisa tersenyum, ia mengucapkan terimakasih dan segera kuminta ia berpakaian kembali. Selesai merapikan pakaiannya, Ria menjabat tanganku erat erat dan mengatakan terimakasih. Aku mengangguk ramah, dan aku yakin bilamana saat itu aku minta dia untuk menghisap kontolku pasti dia dengan senang hati mau melakukannya, tetapi aku punya target lain.Ketika Ria keluar seorang ibu menyusul masuk, lagi lagi bukan ibu yang kuinginkan kali ini seorang ibu berumur sekitar 40 tahunan, wajahnya cantik tanpa polesan make up yang menyolok , ia memperkenalkan dirinya sebagai ibu Sugito, seorang pejabat penting yang pernah kudengar namanya. Ia langsung bercerita kalau suaminya punya simpanan wanita yang hebat sehingga dia merasa sedih sekali. Meskipun sejak dulu dia tahu kalau suaminya sering main perempuan, tetapi baru kali ini dia kecantol dengan pacarnya. Aku langsung mengatakan bahwa aku harus melihat tubuhnya agar bisa melihat dimana letak masalahnya. Mulanya ibu ini agak keberatan dia bertanya apakah tidak bisa kalau hanya dengan melihat wajah atau bagian lain yang terbuka. Aku hanya berkata enteng, kalau ibu percaya pada saya silahkan, kalau tidak silahkan juga kembali karena hanya itu caraku memeriksa pasien. Dengan hati berat dia mulai membuka pakaiannya, pertama yang dibukanya adalah jacket ungunya, ketika ia melepaskan jacket itu aku sempat melihat ketiaknya yang lebat dengan bulu, aku sempat tertegun melihatnya karena bila ketiaknya saja seperti itu alangkah lebat jembutnya. Susu bu Sugito montok tetapi sudah agak kendur dengan pentil coklat kehitam hitaman, ketika ia membuka roknya, kembali ia ragu. Gerakannya terhenti sementara ia berdiri dengan hanya memakai celana dalam tipis berwarna putih yang jelas sekali menampakkan bayangan jembutnya yang hitam dan lebat itu. Aku sengaja mendiamkannya karena aku mau melihat apa yang dimaui ibu ini, tetapi aku sudah merencanakan bahwa ibu yang satu ini akan aku periksa habis habisan biar dia kapok. Akhirnya bu Sugito jadi juga membuka celananya sehingga terpampanglah dihadapanku tubuhnya yang mulus dengan bulu yang sangat lebat dipangkal pahanya serta diketiaknya. Dari yang aku lihat ini aku langsung tahu bahwa ibu ini hiperseks. Jadi aku heran juga kenapa dia begitu ragu ragu untuk telanjang dihadapanku, hal ini membuat aku jadi ingin mengetahui sebabnya. Ibu Sugito hanya berdiri mematung didepanku tangannya berusaha menutupi pangkal pahanya. Aku langsung berdiri dari kursiku dan berjalan mendekatinya, aku memutari tubuhnya yang bersih dan harum itu, tetapi tak ada sesuatu yang janggal. Tanpa ragu kusuruh dia duduk disofa yang ada diruangku dan kubaringkan. Dengan pelahan aku merentangkan kakinya sehingga aku dapat melihat nonoknya yang penuh bulu itu, karena bulunya sangat lebat, terpaksa aku menyibakkannya sehingga dapat kulihat bibir kemaluannya. Aku agak kaget ketika kulihat liang nonok ibu Sugito ini begitu lebar dan bibirnya menjuntai keluar. Rupanya ibu Sugito senang masturbasi dengan alat alat sehingga liangnya jadi molor seperti ini. Aku langsung menanyakan hal ini kepadanya dan dengan malu malu dia mengiakan dugaanku. Untuk menangkal masalahnya, aku minta ibu Sugito untuk saat itu juga melakukan masturbasi didepanku, dengan ragu ragu ia berdiri dan mengambil handbagnya, dari situ ia mengeluarkan sebuah alat mirip kontol yang berwarna coklat, setelah itu dia duduk lagi dan mengambil posisi seperti jongkok untuk kemudian kontol karet itu dimasukkannya kedalam liang nonoknya sampai amblas tinggal pangkalnya saja. Setelah itu dia memutar mutar pantatnya diatas kontol karet itu sambil memejamkan matanya. Aku sendiri jadi tak tahan melihat pemandangan ini, akupun duduk didepannya dan kukeluarkan kontolku yang langsung juga kukocok kocok mengimbangi bu Sugito yang sedang asyik, bu Sugito jadi kaget ketika melihat aku mengeluarkan kontolku yang begitu panjangnya, gerakannya terhenti memandang kontolku yang 18 cm itu. Ternyata dia berani juga menanyakan mengapa kok tidak kontolku saja yang dimasukkan nonoknya agar benar benar nikmat, aku mengatakan bahwa aku tidak boleh melakukan itu. Kuminta dia agar segera berusaha mencapai puncak kenikmatannya. Rupanya ibu Sugito tidak tahan melihat tanganku mengelus elus kontolku sendiri yang tegak lurus seperti tiang bendera itu. Ia mulai merintih makin lama makin keras dan akhirnya ia mengejang mencapai kepuasannya. Dasar hiperseks, ketika ia melepas kontol karetnya, tangannya ikut ikutan meremas kontolku dengan lembut. Aku berkata kepadanya bahwa aku mau memasukkan kontolku kenonoknya asal aku tidak melakukan gerakan apapun. Ibu Sugito mengangguk dan akupun segera mengarahkan kontolku keantara selangkangan bu Sugito yang sudah merentangkan kakinya lebar lebar itu. Sekali tekan kontolku masuk separuh dan ternyata aku tidak bisa menghabiskan seluruh kontolku kedalam liangnya. Aku benar benar heran, karena dengan kontol karet yang begitu besar dia sanggup menelannya sampai habis, tetapi kenapa kontolku kok hanya masuk tiga perempatnya. Aku tidak perduli, sementara ibu Sugito sibuk memutar mutar pantatnya agar dia dapat mencapai orgasme lagi. Memang benar sekitar 5 menit dia merintih keras dan kurasakan cairan hangat membasahi ujung kontolku. Tanganku segera meraih interkom dan kupanggil Lenny agar masuk. Ketika Lenny memasuki ruanganku, ibu Sugito jadi kaget dan berusaha menutupi tubuhnya, tetapi Lenny tak perduli, dia langsung mendatangi aku yang duduk dikursi. Aku minta Lenny untuk mengambil tisue basah dan membersihkan kontolku yang masih gagah itu dengan tisue. Lenny dengan sigap mengeringkan cairan nonok ibu Sudrajad yang ada dikontolku sementara aku diam saja diatas kursi, ketika semuanya sudah kering dan bersih, Lenny tanpa sungkan sempat mengulum ujung kontolku serta meremasnya sebelum dia masuk lagi keruangannya. Aku langsung kembali ketempat dudukku dan segera kuberikan penangkal tambahan untuk masalah ibu Sugito ini, aku yakin bahwa dalam waktu 1 minggu suaminya akan kembali kepadanya, karena sebenarnya ibu Sugito sangat pandai memuaskan suaminya hanya saja mungkin belakangan ini dia terlalu sering main sendiri sehingga dia jadi lengah.Baru pasien yang ketiga, ibu yang aku inginkan memasuki ruangan kantorku, benar benar cantik dan anggun tinggi besar dengan rambut sebahu, bibir sensual dan hidung mancung, kakinya mulus dan ramping benar benar aduhai. Ketika memperkenalkan diri, tangannya terasa hangat dan empuk sekali, suaranya yang agak serak membuat aku makin terangsang sehingga hampir aku tidak mendengar ketika ia menyebutkan namanya Pratiwi. Aku berusaha bersikap tenang dan wajar mendengarkan keluhannya. Pratiwi adalah seorang pengusaha yang menjadi rekanan pemerintah, omzetnya miliaran, tetapi belakangan ini bisnisnya mengendur karena banyak tender yang meleset dan jatuh ketangan pengusaha lain. Dia sudah berusaha macam macam tetapi semuanya gagal total bahkan belakangan ini perusahaannnya hampir kena penalti karena kekeliruan karyawannya. Pratiwi benar benar gelisah dan ngeri oleh semuanya ini. Wajahnya yang cantik kelihatan tegang dan dicuping hidungnya kulihat bintik bintik keringat menambah keseksiannya. Melihat aku memandangnya, Pratiwi juga balas memandang tanpa berkedip. Tiba tiba aku bertanya kepadanya, apakah dia percaya bahwa kehidupan seks nya sangat mempengaruhi pekerjaannya, Pratiwi mengangguk dengan pelan, kulihat matanya sedikit berkedip seperti kaget. Aku langsung menyambung pertanyaanku dengan pertanyaan yang aku sendiri tidak menyangka kalau itu keluar dari mulutku, karena aku menanyakan apakah dia seorang lesbian. Diluar dugaanku dia mengangguk, tetapi dia menambahkan bahwa dia juga suka berhubungan dengan pria. Aku menanyakan kepada Pratiwi, coba ibu tebak, berapa kira kira panjang kemaluan saya, karena jika ibu bisa tepat menduganya, maka berarti saya dapat menangkal masalah ibu. Pratiwi agak menyeringai mendengar perkataanku itu. Dengan ragu ia bertanya maksudnya panjang waktu tidur atau waktu berdiri. Aku menjelaskan yang mana saja pokoknya tepat. Pratiwi terdiam sambil berpikir keras, aku tahu dia bingung karena saat itu aku duduk dikursi dibelakang meja kantorku, dan akupun memakai pakaian lengkap sehingga dia tidak mempunyai bayangan apapun tentang kontolku. Tiba tiba saja dia meraih penggaris yang ada dimejaku dan merentangkan jari jarinya diatas penggaris itu untuk kemudian ditunjukkannya kepadaku. Aku melihat angka yang tertera diujung jari Pratiwi, aku kaget karena disitu tercantum angka 18.5 cm, hampir sesuai dengan kenyataannya. Pratiwi bertanya apakah itu benar, aku hanya berkata coba ukur saja sendiri. Aku langsung berdiri memutari mejaku dan mendekati Pratiwi yang sedang duduk, kubuka celanaku dan kukeluarkan kontolku yang masih lemas itu. Pratiwi melirik kontolku dan mengambil penggaris untuk mencoba mengukurnya, dengan ragu ragu satu tangannya memegang kontolku sementara yang satunya memegang penggaris. Tentu saja ukurannya tidak tepat karena masih lemas, seperti yang sudah kuduga, tangan Pratiwi meremas remas kontolku agar ngaceng dan mengurut urut. Kubiarkan saja semua gerakannya itu, tetapi percuma saja karena kontolku tetap tidur nyenyak. Tiba tiba saja ia menundukkan kepalanya dan ......slep .....kontolku sudah terjepit diantara bibirnya yang tebal itu, terasa hangat dan lembut sekali, kurasakan bibirnya menjepit kontolku dengan gerakan yang lancar meskipun tak sedikitpun Pratiwi membasahi kontolku dengan ludahnya. Kontolku mulai bangun dan makin lama makin mengembang, sementara Pratiwi makin lancar mengulumnya, tanganku mulai bergerak meraba buah dada Pratiwi yang montok dan kenyal itu, tanpa ragu ragu tanganku menerobos blousenya dan meremas buah dadanya, tak kukira bahwa Pratiwi tidak memakai beha, aku dapat merasakan puting susunya yang kecil tetapi keras seperti batu itu, kuremas remas susunya, dan kupelintir puting susunya. Rasa geli disekeliling kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, bayangkan sejak tadi aku sudah terangsang oleh ulah beberapa ibu yang aku temui, maka saat ini rasanya sudah maksimal dan syer ....... syer ......croot , airmaniku memancar keras sekali dua, tiga dan empat kali memancar memenuhi mulut Pratiwi, tak sedikitpun Pratiwi melepaskan kontolku semuanya masuk didalam mulutnya dan saking banyaknya sampai sebagian mengalir keluar dari samping bibirnya. Aku meremas buah dadanya sekeras kerasnya Pratiwi diam saja, dia asyik menelan air maniku.Setelah dilihatnya aku sudah puas, Pratiwi mengeluarkan kontolku dari mulutnya dan langsung diukurnya kontolku yang masih ngaceng itu dengan penggaris. Dia tersenyum ketika melihat bahwa dugaannya benar. Aku juga tersenyum karena hisapan Pratiwi yang nikmat itu. Tiba tiba Pratiwi berdiri, tanpa kuduga ia mulai membuka pakaiannya sehingga telanjang bulat. Ia berkata bahwa sekarang saatnya aku memuaskan dia agar jadi seri. Aku jadi bernafsu lagi melihat tubuh Pratiwi yang luar biasa itu, susunya montok dan kenyal dengan puting yang berwarna merah muda sangat serasi sekali dengan kulitnya yang putih kekuning kuningan itu, sementara ketiaknya juga berbulu lebat, sesuatu yang sangat aku senangi, sedangkan pangkal paha Pratiwi benar benar menakjubkan, karena meskipun jembutnya sangat lebat, tetapi Pratiwi telah mencukur sebagian jembutnya sehingga hanya tinggal bagian tengahnya tegak lurus dari pusar sampai kebukit nonoknya. Meskipun saat itu kami masih sama sama berdiri, Pratiwi tak segan segan merapatkan tubuhnya dan menciumku dengan mengeluarkan lidahnya yang hangat menelusuri rongga mulutku, tanganku dengan lincah mengarahkan kontolku keliang nonoknya yang tepat menempel didepan kontolku itu. Begitu ujungnya menempel, aku segera menggendong Pratiwi dan menekankan kontolku sampai amblas kedalam liang nonoknya. Dengan posisi menggendong Pratiwi dan mulut masih berkutat dengan ciuman aku berjalan menuju sofa. Pratiwi benar benar pemuas nafsu pria rupanya, karena meskipun dalam posisi yang sulit yaitu aku menggendongnya dan kakinya menjepit pantatku, dia masih sempat juga menggerak gerakan pantatnya untuk memilin kontolku yang sepertinya melengkung karena posisi tubuh kami yang berdiri ini. Begitu kami roboh diatas sofa, ciuman kami terlepas dan Pratiwi melenguh sejenak, mungkin dia merasakan enaknya sodokan kontolku yang notok sampai keliang rahimnya itu. Tanpa malu malu Pratiwi mengangkat kakinya tinggi tinggi dan meletakannya diatas bahuku. Posisiku jadi bebas sekali, dengan ringan aku mendayung liang nonok Pratiwi yang sudah mulai becek itu, dan diapun dengan lincah memutar mutar pantatnya mengimbangi tusukan kontolku. Kurasakan liang nonok Pratiwi yang peret dan berpasir itu membuat kontolku terasa geli sekali, entah berapa lama aku memaju mundurkan pantatku, tetapi Pratiwi masih juga belum mencapai puncaknya begitu juga diriku sendiri. Kuhentikan gerakanku dan kuminta Pratiwi untuk menungging agar aku bisa menyetubuhinya dari belakang, aku benar benar mata gelap dengan nafsu. Aku tak perduli lagi kalau mungkin diluar masih ada pasien yang menungguku, yang penting sekali ini aku harus membuat Pratiwi terpuaskan dan selanjutnya membantu kesulitannya agar tertanggulangi. Ketika Pratiwi sudah menungging, tampaklah nonoknya yang sudah basah kuyup itu dipantatnya juga banyak bulu jembut sebagai tanda kalau memang jembut Pratiwi luar biasa tebalnya. Aku langsung menempelkan ujung kontolku yang sudah merah padam itu kecelah nonok Pratiwi dan slep........bloos........ kontolku amblas sampai hanya tinggal pelirku saja yang menggantung diluar. Tanganku meraih buah dada Pratiwi dan meremas remasnya, saat itu mulai kudengar rintihan Pratiwi mula mula pelan tetapi makin lama makin keras dan tiba tiba kurasakan liang nonok Pratiwi mengejang ejang dan hangat sekali. Kurasakan rasa geli dan nikmat yang luar biasa saat itu, karena jepitan nonok Pratiwi sementara aku merojoknya membuat kontolku seperti diurut. Dan tanpa bisa kutahan lagi akupun ambrol merasakan nikmatnya nonok Pratiwi, air maniku menyembur menabrak dinding dinding kemaluannya dan bercampur dengan lendir yang keluar dari nonoknya. Aku terkulai lemas sementara Pratiwi menggigit pundakku karena menahan rasa nikmat dan agar tidak sampai berteriak karena rasa nikmat tadi.

lidahku menjilati itil ABG yang membengkak karena nafsu

Pagi ini aku duduk didepan rumah ketika tiba tiba liwat didepanku Siska, seorang cewek yang bekerja sebagai penjual kosmetik disebuah supermarket. Ia tersenyum manis melihatku, aku hanya bisa mengangguk saja ketika ia menyapaku. Padahal sebenarnya aku sangat tertarik sekali kepadanya. Siska benar benar cewek yang seksi sekali, badannya tidak terlalu tinggi, tetapi kulitnya putih dan montok. Keberaniannya untuk memakai rok mini membuat aku selalu ingin mengetahui apa yang ada dibalik roknya yang sangat minim itu. Namun semuanya hanya menjadi lamunanku saja, karena selama ini kami hanya bertegur sapa dijalan saja. Namun saat ini , ketika isteriku tidak dirumah dan keadaan benar benar sepi, keberanianku mendadak muncul. Saat itu Siska yang sudah berjalan agak jauh melewati rumahku aku kejar dan aku panggil, dia menoleh. Mulanya dia agak ragu, namun ketika aku memanggilnya lagi, ia segera kembali dan mendatangi aku. Didepan pintu pagar ia bertanya sopan ..ada apa Oom, kok tumben manggil. Aku hanya tersenyum dan membalasnya, kamu mau masuk kerja ya, kok udah rapi jam berapa sih masuknya...mampir dulu dong. Saat itu memang dia sudah sangat rapi dan cantik sekali, wajahnya yang putih tidak terlalu kena makeup namun justru memancarkan keseksiannya sebagai akibat dari rok mini serta blouse yang dipakainya. Dia tersenyum dan mengatakan kalau memang dia berangkat agak pagi karena mau mampir kerumah temannya untuk suatu keperluan. Aku mempersilahkan dia masuk dan dia menurut saja, bahkan dia tanya...Ibu dimana...kok sepi... Aku jawab dengan ringan kalau isteriku sedang keluar kota. Kulihat dia hanya mengangguk angguk saja, kugiring dia duduk diteras samping rumahku yang lebar dan rimbun itu. Kita duduk disini saja ya, biar santai, sambil saya ganti pakaian dulu. Dia segera duduk disofa sambil tangannya meraih majalah yang ada disitu. Aku jadi agak senang, karena majalah yang diraihnya itu adalah majalah porno yang aku dapat dari luar negeri. Didalam aku segera mengganti piyamaku dengan kaos dan celana pendek tanpa celana dalam, karena aku berniat memanfaatkan saat ini untuk menikmati keseksiannya. Ketika aku keluar, kulihat dia masih asyik memperhatikan majalah porno itu, dari belakang kuperhatikan gambar apa yang menjadi perhatiannya, ternyata gambar cewek yang sedang dijilati nonoknya. Dengan bergaya tidak tahu aku segera duduk didepannya. Siska tertawa menyeringai sambil berkata : "aduh Oom majalahnya kok serem sekali ya". Aku tidak menanggapi, tetapi aku hanya tersenyum saja. Aku membuka omongan dengan menanyakan dimana dia bekerja sebenarnya, lalu produk apa saja yang kira kira bisa aku pakai dari omong omong itu aku tahu kalau dia bekerja di Sarinah dicounter kosmetik mahal untuk pria . Dalam sekejap aku sudah menghabiskan uang 800 ribu untuk memesan kosmetik pada dia. Siska sangat senang karena aku demikian boros membelanjakan uangku untuk kosmetik itu, entah disengaja entah tidak, duduknya mulai tidak rapi sehingga pahanya agak renggang. Saat itu aku sekilas melihat celana dalamnya yang berwarna kuning, kontolku langsung bergetar karena pemandangan yang sekilas itu.Ketika kurasakan sudah cukup aku membuat dia masuk dalam pengaruhku, akupun mulai melaksanakan jebakan yang aku rencanakan tadi."Siska, kamu suka berenang nggak ? Dia menjawab spontan..suka sekali Oom kenapa ya ? Aku menjawab lagi, enggak Oom punya baju renang yang bagus sekali yang Oom beli di Amerika, tetapi Tante tidak berani memakainya, kamu mau ya ? Mau saja Oom, asalkan tante nggak marah kan?" Aku segera mengambil pakaian renang yang aku maksudkan itu, memang aku pernah membeli beberapa baju renang yang seksi dan aku berikan kepada beberapa kenalanku yang berani memakainya, saat ini aku masih mempunyai beberapa buah dan aku pilih yang paling seksi buat Siska. Meskipun pakaian renang ini bukan bikini, tetapi potongannya benar benar akan membuat tubuh yang memakainya jadi menonjolkan keseksiannya.Ketika kutunjukkan pada Siska, matanya berbinar binar.. aduh Oom bagus sekali ya, tetapi ini pasti mahal sekali harganya. Aku hanya mengangguk kataku, biar mahal kalau yang memakai pantas kan jadi tambah bagus. Kalau Siska nggak keberatan, Oom kepengen lihat Siska pakai pakaian renang ini mau kan ?Siska pertamanya agak ragu ragu mendengar tawaranku itu, tetapi akhirnya dia bertanya, dimana saya bisa ganti Oom. Disini saja diruang tamu, aku sengaja menunjuk kedalam ruang tamuku. Oom tunggu disini ya katanya. Aku hanya mengangguk dan Siska masuk keruang tamuku untuk mencoba pakaian renang itu. Aku menahan diriku untuk tidak masuk kedalam melihat Siska ganti, karena aku kuatir dia lepas dari perangkapku itu. Dengan hati berdebar debar aku menunggunya keluar, namun ternyata ia tidak kunjung keluar juga. Tiba tiba kudengar Siska memanggilku...Oom , Oom kesini saja Siska malu keluar. Aku tergesa gesa masuk keruang tamuku. Kulihat pakaian Siska bergeletakan dilantai sementara tubuhnya sudah dibalut pakaian renang yang aku berikan itu. Benar benar pas buat Siska, buah dadanya yang besar itu menggantung manja dibalik pakaian renang itu dan dari samping sebagian buah dadanya menyembul keluar. Secara tiba tiba Siska mengangkat kedua tangannya untuk membetulkan letak rambutnya yang kacau, saat itu aku melihat kerimbunan bulu ketiaknya. Kontolku langsung ngaceng penuh melihat ketiak Siska ini, Tetapi aku masih coba menahan nafsuku dulu, dengan tenang kutarik ia keluar ruang tamuku agar keluar keteras. "Disini lebih jelas Siska, kan pakaian renang memakainya diluar ruangan bukan didalam". Ia hanya tertawa tetapi menurut saja ketika kutarik itu. Diluar kubiarkan ia berdiri sambil bersandar ditembok sementara mataku menatap keindahan tubuhnya yang hanya dilapisi pakaian renang itu. Ternyata pakaian renang itu tidak dapat menyembunyikan pentil susu Siska yang tampak menonjol itu dan juga potongannya yang berani menyebabkan sebagian bulu kemaluan Siska yang hitam keriting itu keluar disisi paha tanpa disadari oleh pemiliknya. Aku tertawa sambil berkata, aduh Siska..bulumu luar biasa ya..sampai keluar semua tuh ! Siska agak terkejut dan melihat kearah yang kutunjuk, tangannya berusaha menutupi bagian itu tetapi aku segera mendekatinya dan kupegang bahunya sambil bertanya lagi. Memangnya lebat ya Sis kok sampai keluar semua. Siska menjawab enteng juga, "habis pakaian renangnya seksi sih jadi ya mestinya dicukur sedikit biar nggak keluar semua".Aku bilang pada Siska : "Sudah Sis sana kamu ganti saja dengan pakaianmu sendiri". Kalau tadi aku tidak mengikuti ketika Siska mencoba pakaian renang, saat ini aku ikut masuk dan menunggunya ganti. Siska berkata.."lho Oom kenapa kok disini..Oom keluar dulu dong Siska mau ganti" katanya manja. Aku diam saja.."sudahlah apa bedanya telanjang dengan pakai pakaian renang ini, toh Oom sudah bisa membayangkan didalamnya". Siska memang berani sambil menyeringai dia segera melepas pakaian renang itu semuanya sehingga tubuhnya jadi telanjang bulat. Mataku terbelalak melihat buah dadanya yang montok dan bulu jembutnya yang lebat itu, benar benar diluar ukuran, super lebat dan gondrong. Aku sudah tak tahan lagi dengan sigap aku berdiri dan mendekati Siska, kuremas susunya dan kucium bibirnya. Siska hanya pasrah saja, tanpa tunggu komando lagi celanaku langsung kupelorotkan dan kusuruh Siska memegang kontolku. Siska langsung menggenggamnya dengan halus, aku yang sudah bernafsu segera menarik Siska pelan pelan kesofa sambil tetap berciuman dan Siska masih menggenggam kontolku. Ketika aku sudah berhasil duduk disofa, kusuruh Siska duduk dipangkuanku dan kuselipkan kontolku dibibir nonoknya. Dengan sekali tekan, kontolku amblas diliang nonok Siska. Ternyata Siska memang betul betul sudah nggak perawan, tetapi nonoknya masih terasa seret.. mungkin masih jarang dipakai. Gerakan pantat Siska cepat sekali naik turun sementara ia mencium dan memeluk aku erat erat. Kurasakan hangatnya liang nonok Siska yang masih peret itu, geseran buah dadanya didadaku membuat aku makin bernafsu. Merasakan ganasnya Siska yang menduduki kontolku, aku kuatir kalau aku akan cepat ambrol, dengan tergesa gesa kudorong Siska sehingga ia berdiri dan terlepaslah kontolku dari liang nonoknya. Aku mendudukkan dia diatas sofa dan kuangkat kakinya keatas sehingga membuat nonoknya terkuak lebar dengan bibirnya yang berwarna merah muda sudah mulai berkilat oleh lendir dari nonoknya sendiri. Langsung saja lidahku menjilati itil Siska yang membengkak seperti kacang tanah itu. Siska menggeliat sambil merintih, jembutnya yang lebat kusisihkan kesamping sehingga lidahku makin leluasa menyusuri tepi bibir nonok Siska untuk kemudian ujung lidahku kumasukkan keliang nonoknya yang menganga itu. Siska betul betul tidak tahan dengan jilatanku ini, tangannya meremas remas susunya sendiri, sedang mulutnya merintih rintih. Ketika kulihat lendir nonok Siska sudah membanjir, aku berdiri untuk segera menyetubuhi Siska, saat itu tiba tiba saja Siska menangkap kontolku dan langsung dimasukkannya kedalam mulutnya, dihisapnya kontolku kuat kuat. Kuluman Siska tidak terlalu enak, tetapi aku tertegun melihat Siska yang begitu rakus. Aku memuaskan mataku dengan pemandangan yang indah sekali buah dada Siska berjuntai montok dan kenyal sementara bibirnya yang dipulas lipstick tipis mengulum kontolku. Tak tahan dengan semua ini segera kucabut kontolku dari bibir Siska dan kudorong Siska hingga terbaring , pelan pelan kuletakkan kontolku dibibir nonoknya yang berbulu lebat itu, Siska membantuku dengan menyibakkan jembutnya serta menguakkan nonoknya, pelan pelan aku menusukkan kontolku untuk merasakan liang nonok Siska yang hangat itu sampai akhirnya kontolku mencapai dasar nonok Siska. Siska mengangkat kakinya tinggi tinggi dan pantatnya mulai diputar kekiri dan berganti kekanan. Aku tidak sempat merojokkan kontolku, karena goyangan Siska yang alami membuat aku tidak mampu menahan rasa nikmat yang luar biasa ini, aku hanya mampu menghisap pentil susu Siska sementara air maniku menyembur keluar oleh empotan dan goyangan Siska itu.