HOT...!!!

abg

kurasakan liang nonok ABG memeras kontolku

Dengan uangku yang berlimpah dan kemampuanku untuk membaca dan merubah nasib orang lain membuatku jadi betul betul dapat memuaskan nafsu seksku yang diluar normal ini, mungkin juga ini adalah keseimbangan bagi diriku karena dengan kemampuanku pastilah harus ada imbangannya. Salah satu hobbyku yang menyenangkan adalah mengintip perempuan telanjang, dan lebih nikmat lagi jika aku mengintip perempuan yang terkenal bermain seks. Hobby ini sangat mahal karena untuk ini aku secara khusus membuat sanggar senam dan kesegaran jasmani. Tapi khusus untuk yang satu ini aku tak mau bila ada pria yang masuk disanggar ini, jadi khusus hanya untuk perempuan. Modal yang kutanam cukup besar sekitar 3 milliar rupiah dan ketika peresmiannya aku sengaja meminta salah seorang isteri pejabat tinggi negara untuk meresmikannya. Saat ini sanggar senamku mempunyai anggauta sekitar 200 orang semuanya wanita wanita kaya dan terkenal di Jakarta ini mulai dari isteri pejabat, bisnis woman, artis dan remaja remaja. Mereka semua tak ada yang tahu bahwa ditiap ruangan yang manapun aku telah memasang kamera perekam yang sangat canggih yang dapat kukontrol dari sebuah ruangan khusus. Dan khusus untuk beberapa ruangan aku dapat secara langsung melihat mereka karena ruangan tersebut aku lengkapi dengan kaca satu arah.Siang itu aku sengaja datang kesanggar senamku karena siang itu aku tahu kalau ada isteri pejabat tinggi negara yang akan senam. Sudah sejak lama aku ingin melihat tubuh ibu cantik ini, karena dia adalah isteri muda pak menteri dan wajahnya betul betul secantik bintang film ditambah juga otaknya juga encer karena dia juga menyandang gelar doktor. Tidak lama setelah aku masuk ruang monitorku, kulihat ibu menteri itu masuk keruang lobby dengan beberapa temannya perempuan juga. Aku segera mengatur kamera otomatis yang sudah aku siapkan itu kekamar yang akan dipakainya untuk ganti. Hal ini dapat kulakukan karena memang untuk beberapa tamu VIP aku sediakan kamar yang khusus sehingga mereka dapat leluasa berganti pakaian, sekaligus aku juga leluasa melihat tubuh mereka. Dugaanku tak meleset ibu menteri memasuki kamar yang aku perkirakan, tetapi yang diluar dugaanku, ternyata dia tidak masuk sendirian melainkan dengan dua orang temannya. Ketika aku close up, ternyata kedua temannya juga cantik cantik dengan baju seragam pegawai negeri, aku menduga mereka ini pasti ajudannya atau apa. Setelah pintu ditutup oleh salah satu perempuan yang mengawalnya tadi, ibu menteri mulai melepas pakaiannya untuk berganti dengan baju senam. Bu menteri ini usianya sekitar 35 tahun, badannya padat berisi meskipun tidak terlalu tinggi, wajahnya cantik sekali dengan memakai kacamata . Ketika ia membuka blouse dan kemudian rok bawahnya, aku menjadi lega karena ternyata dia hanya memakai beha dan celana dalam saja yang berarti dia harus melepasnya untuk berganti pakaian senam. Ketika ia sudah membuka behanya, kupuaskan mataku memandang susunya yang montok itu, putingnya lebar tetapi warnanya bagus sekali merah muda, karena ibu menteri ini belum punya anak, begitu juga ketika ia melepas celana dalamnya, hatiku agak kecewa karena ternyata selangkangannya tidak terlalu banyak ditumbuhi jembut. Saat itulah diluar dugaanku salah satu pengawal ibu menteri yang saat itu juga sudah telanjang mendadak mendekati ibu menteri dan menciumi susunya. Aku barusan tersadar bahwa ibu menteri ini ternyata lesbian, dengan mesra si ibu ini merangkul pengawalnya tadi yang memang badannya ternyata jauh lebih seksi dari si ibu menteri karena tinggi besar dengan susu yang sangat montok tapi kencang sekali. Sementara mulutnya menciumi susu bu menteri, tangannya yang satuaktif meremas remas selangkangan bu menteri. dan siibu menteri sendiri tangannya juga sibuk meremas susu pengawalnya itu. Ketika kuperhatikan pengawal yang satunya lagi, kulihat dia juga sudah telanjang bulat tetapi tetap saja bersandar didekat pintu sambil mengawasi gerakan kedua pasangan sejenis itu. Saat itu kulihat ibu menteri sudah telentang dimeja pijat yang ada diruang itu dengan kaki terkuak lebar dan pengawalnya asyik menjilati nonoknya. Aku menelan ludah, tak bisa kubayangkan bahwa seorang ibu menteri berselingkuh disanggar senamku, tetapi aku juga menyadari bahwa memang disinilah tempat yang paling aman karena pasti tak ada yang curiga. Ketika kucoba untuk mendekatkan lensa kamera rahasiaku kenonok bu menteri, aku lagi lagi menelan ludah karena itil bu menteri besar sekali seperti biji salak dengan warnanya yang merah muda, saat itu aku baru melihat bahwa sebenarnya ibu menteri jembutnya tebal juga, namun rupanya sengaja digunting agar supaya lebih mudah bila akan dijilati oleh pacar pacarnya. Saat itu perempuan yang satu lagi sudah mendekati ibu menteri dan memeluknya diatas meja pijat serta berciuman sementara tangannya meremas remas susu ibu menteri. Aku tak tahan melihat ini, tetapi aku tak bisa apa apa karena bila aku berani memergoki mereka, pastilah nama baik sanggarku akan jatuh sekaligus ketahuan kalau aku ini jago ngintip. Kutinggalkan ruang monitor dan keluar keruang depan, saat itu tiba tiba melintas didepanku Tina seorang instruktur senam yang belum berapa lama bekerja ditempatku, aku secara spontan memanggilnya, dia menoleh dan segera mendatangi aku. Kuajak dia menuju ruang pribadiku dan kupersilahkan dia duduk didepanku. Dengan agak genit tetapi tetap menunjukkan bahwa dia sedikit bingung Tina bertanya : " Ada apa Pak kok memanggil saya". Aku tersenyum dan berkata : " Kamu disini kan masih baru, apakah kamu sudah kerasan disini ?". Tina dengan cepat mengangguk, katanya : "kerasan Pak, suasananya menyenangkan". Kutanya lagi : "apakah gajimu mencukupi untuk semua kebutuhanmu ?". Lagi lagi Tina mengangguk sambil tersenyum. Aku sudah tahu pasti dia akan menjawab seperti itu, karena disini aku selalu membayar melebihi kebiasaan, hampir 3 kali lipat dari gaji ditempat lain, belum lagi antar jemput serta fasilitas kesehatan yang aku berikan, pasti dia kerasan dan puas. Melihat gayanya yang jinak itu aku mulai memasang jebakanku. " Sekarang umurmu berapa Tin?" " Dua puluh empat pak", jawabnya. Apakah kamu masih kuliah ?" "Tidak pak, saya malas, habis enak sih cari duit sendiri" katanya sambil tersenyum genit sekali. "Lalu uangmu dipakai buat apa, kalau tidak dipakai untuk kuliah, apa dipakai pacaran saja ?" Tina tertawa katanya" Kok enak uang buat pacaran, ya pacar saya yang mesti keluarin uang buat pacaran" Pertanyaanku mulai nekad: " Tina, kenapa sih sudah pakai baju senam yang bagus, kok masih memakai stocking lagi ?" Tina tertawa, "habis nanti bisa mengerikan tokh pak." Aku bertanya lagi, apa kamu kalau pakai baju senam itu masih pakai celana dalam ? Tina tak menjawab tetapi hanya menggeleng saja sambil tertawa. "Coba Tina kamu berdiri ya, saya kepengen lihat posturmu " Tina langsung berdiri didepanku sambil tersenyum senyum. Kuperhatikan badan Tina, badannya cukup tinggi kira kira 168 cm., buah dadanya tidak terlalu besar kira kira 34 tetapi pantatnya besar sekali menonjol bagus sekali. Ketika kuminta Tina mengangkat tangannya, kulihat ketiak Tina bersih sekali tanpa ada bulunya. Ketika kutanya, dia menjawab bahwa selalu dicukur dan dicabuti. Lalu yang bawah apa juga dicukur ? Tina tertawa geli, ya nggak dong pak, kalau dicukur buat apa saya pakai stocking. Kenapa nggak dicukur saja lanjutku, "sayang pak, habis tebel , justru saya pelihara biar tambah tebal"Aku menatap dia dan kulanjutkan pertanyaanku, "Tina, apa kamu masih perawan ?" Tina tersipu malu dia tak menjawab malah bertanya kembali, apa maksudku bertanya seperti itu. Aku tidak menjawab tetapi justru terus mendesak dia. Akhirnya keluar jawaban Tina kalau dia sudah nggak perawan lagi. Ketika kutanya kapan terakhir kamu "main" diluar dugaan Tina menjawab barusan saja tadi malam. Aku makin berani, ketika kutanya, apakah kontol pacarnya gede, dia menjawab lumayan gedenya. Saat itu aku sudah nggak tahan lagi, aku membuka celanaku dan mengeluarkan kontolku sendiri. "Kalau dengan ini besar mana Tin ?" Tina merona wajahnya, tetapi matanya memperhatikan kontolku yang sudah ngaceng itu. "Besar kepunyaan bapak !", jawabnya. Aku tak menghiraukan jawabannya, tanganku meremas remas kontolku sendiri sambil mengocoknya pelan pelan. Dengan suara serak aku menanyakan Tina, apakah dia pernah menghisap kontol, dia hanya mengangguk. Kuraih pundak Tina dan kusodorkan kontolku untuk dihisapnya. Denga ragu ragu Tina menunduk dan mengulum ujung kontolku yang seperti topi baja itu. Terasa hangat bibir Tina. Tanganku mulai meremas susunya langsung dari balik baju senamnya, terasa lembut dan kenyal. Ternyata Tina sangat pintar menghisap kontol, kontolku yang panjang dan besar itu bisa dihisapnya sampai habis dan bahkan lidahnya bisa sampai menjilati pelirku. Luar biasa, kubisikkan pada Tina bahwa spermaku akan keluar, dia diam saja dan ......srot.srot.....croot... air maniku me-nyembur memenuhi rongga mulutnya, Tina benar benar menikmati semua ini, tangannya menekan pantatku sehingga kontolku betul betul masuk kedalam mulutnya. Dalam keadaan kegelian seperti itu, Tina tidak mau melepaskan kontolku, bahkan dia makin ganas memainkan lidahnya membersihkan kontolku dari sisa sisa air maniku. Semuanya ini membuatku jadi ngaceng lagi, aku tak merasakan apa apa selain kontolku terasa seperti kebal dan kaku sekali. Tina menyeringai melihat kontolku yang tetap ngaceng meskipun baru saja memuntahkan laharnya. Dibukanya pakaian senamnya yang ketat itu sehingga telanjang bulat, badan Tina sangat seksi, buah dadanya lumayan besar dan kencang sekali dengan pinggang yang kecil dan pantat yang sangat besar sekali. Jembut Tina seperti yang dikatakannya, sangat tebal sekali. Hitam legam sangat kontras dengan kulitnya yang putih itu. Kudorong Tina kedepan meja kerjaku dan kubisikkan pada Tina agar ia menungging, Tina menurut saja. Ia menelungkup diatas meja sambil berdiri, aku tambah terangsang melihat pantat Tina yang besar, dan nonoknya yang penuh bulu dengan liang berwarna merah kehitaman agak menganga menantikan kontolku. Aku tidak langsung memasukkan kontolku keliang nonok Tina, tetapi aku mulai menjilati liang dubur Tina, sehingga Tina menggeliat geliat kegelian sementara tanganku mencari cari itil Tina untuk menambah rangsangan bagi Tina, ketika kutemukan aku mulai memilinnya dan memasukkan jari jariku kedalam liang nonoknya, Tina makin menggeliat dan liang nonoknya mulai berlendir, tangannya menggapai gapai mencari batang kontolku, dan begitu ketemu langsung saja ditariknya membuat aku kesakitan dan mendekatkan kontolku keliang nonoknya sesuai kemauan Tina, begitu Tina berhasil menyelipkan kontolku diantara bibir kemaluannya, Tina langsung menggerakkan pantatnya kebelakang dan,...... slep.. blus...kontolku ambles kedalam liang Tina. Tanganku juga menggapai buah dada Tina yang montok dan kenyal itu, kuremas remas sekuatku sambil menikmati legitnya nonok Tina yang sempit dan berpasir itu, Tina tidak terlalu banyak bergerak untuk mengimbangi keluar masuknya kontolku, tetapi kurasakan nonoknya secara ritmis memijat mijat dan memeras kontolku, aku benar benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bayangkan setiap kali aku menarik kontolku Tina selalu merapatkan liang nonoknya sehingga kontolku seperti diurut, tetapi begitu aku menusukkan kontolku kembali ia merapatkan liang nonoknya sehingga kontolku kali ini terasa seperti ditarik kulupnya menimbulkan rasa geli yang tak bisa kukatakan disini. Tina mulai mendesah desah merasakan kenikmatan persetubuhan ini, gerakannya mulai kacau. Aku mencabut kontolku dan sekarang kubaringkan tubuhku diatas karpet kantorku dan kusuruh Tina menindihi aku. Tina yang sudah dipenuhi oleh birahi langsung saja menduduki kontolku yang tetap ngaceng itu. Dengan posisi kuda kudaan seperti ini membuat aku puas menikmati kecantikan dan keseksian Tina kulihat nonok Tina yang berjembut lebat itu kembang kempis setiap kali menelan kontolku. Gerakan Tina makin keras naik turun naik turun sampai tiba tiba Tina menekan pantatnya keras keras dan merintih keras sekali katanya :....aduh....pak....sssaya .... kkkelluuuaaaar .........!!! Aku tak dapat menahan diriku lagi karena pada saat itu kurasakan liang nonok Tina memeras kontolku secara ritmik dibarengi rasa hangat disekujur batang kontolku, maka akupun mengerang dan menggeliat sementara ujung kontolku sekali lagi menyemburkan spermaku untuk kedua kalinya .......... srooot......sroot ........ crooooot.........Tina merebahkan badannya keatas dadaku, susunya yang montok dan berkeringat itu bercampur baur dengan keringatku sendiri.

3 komentar: